Friday, 26 April 2019

Protes ‘Salibisasi’, DSKS akan Gelar Parade Tauhid Besar-besaran

Protes ‘Salibisasi’, DSKS akan Gelar Parade Tauhid Besar-besaran

Solo, Swamedium.com — Menanggapi polemik “salibisasi” kawasan bersejarah Keraton Surakarta di sepanjang jalan Jenderal Sudirman, Ustadz Dr Muinudinillah Basri mengecam keras labelisasi salib di Surakarta. Ketua Dewan Syariah Kota Surakarta (DSKS) itu menyebut langkah Pemkot Solo sebagai kemungkaran besar yang menodai Islam dan harus diprotes.

“Simbolisasi (salib kristiani) ini harus diprotes dan kita berjuang dengan berbagai macam kekuatan agar simbolisasi itu dikembalikan bahwa Kota Solo adalah kota Muslim,” ujarnya kepada Panjimas, Selasa malam, (15/1/2019).

Selain itu, salibisasi kawasan Keraton Surakarta adalah pelecehan sejarah Islam yang selama ini sangat dihormati warga Solo.

“Kita tahu bahwa semasa Pakubuwono IV sudah menjalankan syariat Islam. Karena Keraton Kasunanan adalah Kerajaan Islam. Apalagi mayoritas masyarakat Solo juga Muslim,” urainya.

Karenanya, sebagai langkah nahi munkar, DSKS berencana akan mengadakan aksi Parade Tauhid besar-besaran untuk memprotes salibisasi kawasan keraton Surakarta.

“Kita akan gelar Parade Tauhid yang mendatangkan masa sangat besar. Selain tentunya akan melakukan upaya hukum agar pembangunan koridor Jl Jenderal Sudirman tersebut bisa dirubah,” pungkasnya.

Sumber: Panjimas

Related posts

Comments on swamedium (1)

1 Comment

  1. Anonymous

    Pemkot Solo mengklarifikasi MOTIF ORNAMEN di Bunderan Tugu Pamandengan merupakan pola DELAPAN PENJURU MATA ANGIN, BUKAN SALIB yang viral di media sosial. Konsep pola delapan penjuru mata angin menjadi bagian dari khasanah budaya Jawa, diilhami dari kejayaan KERAJAAN MAJAPAHIT.

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (1)