Jumat, 17 September 2021

Hendak Dibebaskan, Ustaz ABB Tetap Pilih Dipenjara Karena Hal Ini

Hendak Dibebaskan, Ustaz ABB Tetap Pilih Dipenjara Karena Hal Ini

Foto: Ustadz Abu Bakar Baasyir saat menjalani pemeriksaan kesehatian rutin yang keempat di RSCM. (Panjimas)

Jakarta, Swamedium.com — Ketua Dewan Pembina Tim Pengacara Muslim dan kuasa hukum Ustaz Abu Bakar Baasyir, Mahendradatta, mengatakan Ustaz Baasyir tidak bersedia menandatangani dokumen apa pun yang terkait pembebasannya. Bahkan, dia mengatakan kalau dipaksa menandatangani, maka memilih tetap berada dalam penjara.

Banner Iklan Swamedium

“Beliau tidak pernah mengakui bersalah. Kalau hanya soal menandatangani pelepasan, beliau bisa. Itu karena syarat teknis. Ini gak masalah. Jadi bila diartikan begitu maka akan tolak,” kata Mahendradatta, di Jakarta, Kamis (17/1).

Mahendra pun mengungkapkan, tanggal 23 Desember 2018 Ustaz Baasyir sebenarnya berhak atas pelepasan bersyarat karena telah menjalani 2/3 masa hukuman dan mendapat banyak remisi. Dan selama ini dia sering dapat remisi misalnya saat Peringatan Hari Kemerdekaan RI dan Idul Fitri.

Remisi pun bervariasi dari satu bulan hingga tiga bulan. “Ini memang mungkin amnesti, tapi itu belum jelas. Soal grasi tidak mungkin karena ustaz tidak bersedia mengaku bersalah. Walau apa pun itu bentuknya saya ucapkan terima kasih. Sekarang yang penting bisa pulang dan memperbaiki kesehatannya,” kata Mahendradatta.

Dia juga tidak bersedia menjelaskan apa dasar ustaz Basyir dibebaskan. Karena itu wewenangnya selaku kuasa hukum.

“Itu wewenang. Saya tak tidak tahu pembebasan ini politis apa hukum. Yang penting ustaz bisa pulang,” tukas dia.

Menurut Mahendradatta, Baasyir dahulu dibawa ke persidangan dengan tuduhan mendanai pelatihan militer di Aceh. Dan ini diputuskan terbukti bersalah oleh pengadilan.

“Meski begitu kami tim pengacara menolak adanya putusan itu. Jadi itu ceritanya. Kasihan memang Ustaz Baasyir,” tutur Mahendradatta.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita