Jumat, 17 September 2021

Pengacara: Ustaz Baasyir minta pembebasannya tidak dikaitkan dengan pilpres

Pengacara: Ustaz Baasyir minta pembebasannya tidak dikaitkan dengan pilpres

Foto: Tim Pengacara Muslim Achmad Michdan. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Pengacara Ustadz Abu Bakar Ba’asyir, Achmad Michdan, mengatakan bahwa kliennya menerima dengan ikhlas kebijakan Presiden Joko Widodo yang mengakhiri masa hukumannya.

Banner Iklan Swamedium

Tetapi, katanya, Ustadz Ba’asyir meminta pembebasan tanpa syarat itu tidak dikait-kaitkan dengan politik, terutama pemilu presiden 2019.

“Beliau (Ustadz Abu Bakar Ba’asyir) tidak mau dikaitkan dengan politik,” kata Michdan dalam perbincangan dengan tvOne pada Senin pagi (21/1).

Ustadz Michdan juga meminta publik tak menghubung-hubungkan peran Yusril Ihza Mahendra dalam membantu meyakinkan Presiden untuk membebaskan Ba’asyir hanya karena ketua umum Partai Bulan Bintang itu mendukung Jokowi dalam pemilu presiden.

Menurutnya, mestinya itu cukup dipahami sebagai kebetulan saja Yusril di kubu Jokowi, bukan sebaliknya.

Ustadz Michdan berterus terang bahwa Ba’asyir memang menolak syarat yang diajukan oleh pemerintah agar pemimpin Majelis Mujahidin Indonesia menyatakan kesetiaan kepada Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Ustadz Ba’asyir, katanya, masih berkukuh pada keyakinannya setia pada hukum Islam, bukan pada Pancasila atau NKRI.

Ustadz Ba’asyir dengan tegas menyatakan mencintai bangsa dan negara Indonesia. Tetapi, katanya, Ba’asyir menolak menyatakan kesetiaan pada Pancasila, karena Islam sesungguhnya tak bertentangan dengan dasar negara.

Ustadz Michdan berkisah ketika Yusril membujuk Ustadz Ba’asyir tentang keyakinannya bahwa ajaran Islam pada dasarnya tak bertentangan dengan Pancasila, dan karena itu Ba’asyir bisa dalam waktu bersamaan mengakui kesetiannya pada Pancasila. Ba’asyir, katanya, menjawab bahwa “Kalau memang begitu, kenapa tidak setia pada Islam saja.”

Sumber: Viva

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita