Tuesday, 21 May 2019

Kilas Balik 1984: Beras Indonesia untuk Afrika

Kilas Balik 1984: Beras Indonesia untuk Afrika

Presiden Soeharto berpidato dalam forum organisasi pangan dan agrikultur PBB (FAO) di Roma, Italia, pada 14 November 1985. (ist.)

Jakarta, Swamedium.com — Siapa yang tidak mengenal sosok Soeharto, “He is a great President of the Indonesia“. Ia banyak mendulang prestasi, terutama dalam pembangunan ekonomi. Setelah Soeharto naik ke tampuk kekuasaan, ia berhasil mengangkat perekonomian negara dari kemunduran yang panjang, bahkan pernah divonis kronis dan tak berprospek oleh ekonom Benjamin Higgins. Hasil pembangunan era Soeharto boleh dikatakan dapat dinikmati oleh hampir seluruh rakyat Indonesia.

Sejarah mencatat ketika masih relatif muda berusia 20 tahun, negeri ini diguncang oleh konflik politik dengan puncaknya, yakni pemberontakan G30S/PKI. Salah satu penyebabnya adalah faktor kemiskinan dan kelangkaan pangan. Oleh sebab itu, pada awal masa pemerintahannya, Presiden Soeharto bertumpu pada sektor agraria dan mengeluarkan berbagai kebijakan yang mengarah pada revolusi pangan.

Berbagai aturan diberlakukan melalui program intensifikasi massal, bimbingan massal untuk meningkatkan produksi pertanian. Bibit unggul padi diberikan, teknologi tanam juga diterapkan. Jika secara tradisional sawah-sawah biasanya hanya menghasilkan satu kali panen dalam setahun, setelah revolusi itu diterapkan, panen padi bisa berlangsung dua hingga tiga kali dalam setahun.

Puncaknya ialah Indonesia dinyatakan mampu mandiri dalam memenuhi kebutuhan beras atau mencapai swasembada pangan pada 1984. Organisasi pangan dan agrikultur dunia (FAO) pun mengundang Soeharto untuk menerima penghargaan atas prestasinya itu.

Raihan itu merupakan salah satu prestasi besar yang pernah dicapai oleh Soeharto dan diapresiasi di kancah internasional. Sebagai wujud rasa syukurnya, Soeharto pun membawa buah tangan, yaitu gabah sebanyak 100.000 ton yang dikumpulkan secara gotong royong dan sukarela oleh para petani Indonesia untuk disampaikan kepada negara-negara di Afrika yang kekurangan pangan dan mengalami kelaparan, seperti Ethiopia dan Sudan. (FHD/DBS)

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)