Friday, 26 April 2019

Jokowi Mempermainkan Ustaz Abu Bakar Baasyir

Jokowi Mempermainkan Ustaz Abu Bakar Baasyir

Oleh: Tjahja Gunawan*

Jakarta, Swamedium.com — Pada acara debat Capres Kamis (17/1) lalu, Calon Presiden Prabowo Subianto menyatakan bahwa label terorisme sering disematkan kepada umat Islam. Bahkan, kata Prabowo, kegiatan terorisme seringkali dikendalikan pihak asing.

Sehari setelah acara debat tersebut, tiba-tiba viral di berbagai sosial media tentang kabar pembebasan Ustadz Abu Bakar Ba’asyir (ABB)) dari Lapas Gunung Sindur, Kabupaten Bogor.

Kabar di medsos tersebut ternyata benar setelah Prof Dr Yusril Ihza Mahendra selaku penasehat hukum pasangan Jokowi-Ma’ruf Amin, mengumumkan secara resmi soal rencana pembebasan Ust ABB. Yusril menyebutkan dasar pertimbangan untuk membebaskan Ust ABB adalah faktor kemanusiaan karena yang bersangkutan sudah berusia 81 tahun.

Sebagian kalangan umat Islam menyatakan gembira dan bersyukur atas rencana pembebasan tersebut karena Ust ABB dalam kapasitasnya sebagai ulama adalah milik umat dan bukan hanya milik kelompok tertentu.

Namun sebagian lagi menilai bahwa ada atau tidak ada keputusan politik dari Jokowi, Ust ABB memang sudah seharusnya menjalani pembebasan bersyarat.

Dianulir Wiranto

Hingga bulan Desember 2018 lalu, Ust ABB telah menjalani 2/3 masa hukuman sehingga sudah bisa mendapatkan pembebasan bersyarat.

Ust ABB divonis 15 tahun penjara oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Selatan pada tahun 2011 lalu. Pimpinan dan pengasuh Pondok Pesantren Al-Mukmin Ngruki, Sukoharjo, Jateng itu, dijatuhi hukuman lantaran terbukti secara sah dan meyakinkan menggerakkan orang lain dalam penggunaan dana untuk melakukan tindak pidana terorisme.

Ditengah ramainya pemberitaan tentang rencana pembebasan Ust ABB, tiba-tiba pada Senin sore (21/1), Menko Polhukam Wiranto mendadak mengadakan konferensi pers. Dia menyatakan rencana pembebasan Ust ABB akan ditinjau lebih lanjut.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)