Kamis, 16 September 2021

Kajian Ketiga ‘111 Tahun Buya Hamka’ akan Hadirkan UBN

Kajian Ketiga ‘111 Tahun Buya Hamka’ akan Hadirkan UBN

Bersama UBN, Peserta Kajian Ketiga ‘111 Tahun Buya Hamka’ Diprediksi Akan Membludak

Jakarta, Swamedium.com — Sukses di dua kajian sebelumnya membuat panitia kegiatan 111 Tahun Buya Hamka merasa optimis bahwa kajian berikutnya akan optimis. Sesuai rencana, untuk rangkaian kegiatan ini, Sekolah Pemikiran Islam (SPI) telah menyiapkan tiga kajian lepas di bulan Januari 2019, dilanjutkan dengan pameran dan seminar dua hari di bulan Februari, dan daurah terpusat di bulan Maret.

Banner Iklan Swamedium

Sebelumnya, pada tanggal 12 Januari 2019, SPI telah menggelar kajian bertemakan “Buya Hamka dalam Horison Sastra Indonesia: Peran, Pengaruh dan Sumbangsihnya”, dengan menghadirkan Zaki Faturrahman dan Taufik Ismail sebagai pembicara. Pada tanggal 20 Januari, telah diselenggarakan pula kajian “Napak Tilas Keteladanan Politik Buya Hamka” yang menghadirkan Akmal Sjafril dan Dr. Tiar Anwar Bachtiar.

“Jika dua kajian sebelumnya sudah seru, maka insya Allah kajian ketiga ini tidak kalah menegangkannya,” ujar Muhammad Fahim Ilmi, Ketua Panitia yang masih berstatus mahasiswa di LIPIA ini.

“Di kajian ketiga, yang akan hadir insya Allah adalah Ustadz Bachtiar Nasir. Pastinya beliau tak perlu diperkenalkan lagi, karena namanya sudah terkenal di mana-mana. Kajiannya pun di tempat beliau biasa beraktivitas, yaitu AQL Islamic Center, di Tebet, hari Jum’at, 25 Januari, pukul delapan malam,” ujar Fahim lagi.

Kajian terakhir menjelang seminar akbar ini memang telah direncanakan dengan matang sejak jauh-jauh hari. “AQL Islamic Center sudah dikenal luas oleh anak-anak muda ibukota sebagai salah satu tempat kajian keislaman favorit. Karena rangkaian kegiatan ini memang dengan sengaja menyasar anak muda, maka pemilihan tempat di AQL menjadi sangat masuk akal,” ungkap Akmal, Kepala SPI Pusat.

Pemilihan UBN sebagai narasumber, menurut Akmal, juga dengan alasan yang kuat, dan bukan hanya karena popularitas beliau yang sangat tinggi di kalangan pemuda.

“Pertama, UBN adalah salah satu pendukung utama SPI sejak SPI pertama kali didirikan pada tahun 2014. Jadi, kedekatan hubungan di antara kami bukan baru belakangan saja. Kedua, dan ini alasan yang lebih penting lagi, adalah karena Ustadz Bachtiar Nasir adalah satu dari sedikit ulama yang menaruh perhatian mendalam pada Tafsir Al-Azhar karya Buya Hamka. Dalam kajian-kajiannya, beliau kerap membahas Tafsir Al-Azhar. Oleh karena itu, sudah semestinya beliau kami ajak terlibat dalam kegiatan 111 Tahun Buya Hamka ini,” tandas Akmal lagi.

Belajar dari pengalaman dua kajian sebelumnya, panitia menyarankan agar yang berminat hadir dalam kajian kali ini segera mendaftarkan diri sesuai prosedur yang berlaku.

“Kajian pertama penuh, kajian kedua malah pendaftarannya terpaksa ditutup pada H-3, saking banyaknya yang berminat. Kali ini, panitia menyediakan ruangan yang lebih besar, dan itu artinya jumlah peserta yang bisa ditampung juga lebih banyak. Tapi kalau tak mau kehabisan tempat, baiknya segera mendaftar,” ungkap Cut Winda Afrionita, salah seorang panitia.

Salah satu alasan mengapa jumlah peserta terus bertambah banyak adalah karena banyaknya orang yang mendaftar untuk lebih dari satu kajian.

“Memang panitia memberi kesempatan kepada peserta untuk mendaftar ke dua atau tiga kajian sekaligus, atau hanya mendaftar untuk satu kajian saja. Cukup banyak juga orang yang baru tertarik karena mendapat rekomendasi dari teman-temannya yang sudah hadir di dua kajian sebelumnya. Jadi, kita bisa memprediksi bahwa kajian ketiga ini insya Allah akan lebih ramai dari yang sudah-sudah,” ujar Winda.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita