Kamis, 24 September 2020

Kiai Joko, Kebo Bule Keraton Solo Mati

Kiai Joko, Kebo Bule Keraton Solo Mati

Solo, Swamedium.com — Kiai Joko, salah satu keturunan kerbau bule Kiai Slamet milik Keraton Kasunanan Surakarta atau Keraton Solo, mati pada Selasa, 22 Januari 2019.

Kerbau yang biasa dikirab pada malam 1 Sura itu mati karena usianya yang sudah tua. Kerbau jenis albino yang biasa disebut kebo bule itu akan dikubur di Siti Hinggil Alun-Alun Selatan.

Salah satu Srati atau pawang kerbau bule Keraton Kasunanan Surakarta, Heru Sanjoyo mengatakan, kerbau bule keturunan Kiai Slamet memang sejak beberapa pekan terakhir kondisinya sudah sakit.

Kondisinya semakin menurun ketika kerbau Kiai Joko itu diketahui ambruk di kandangnya pada Selasa pagi tadi.

“Pagi tadi jam 06.00 WIB, saya ke sini kok sudah ambruk, tapi masih gerak-gerak,” kata dia ketika ditemui di kandangnya Kiai Joko, pada Selasa, 22 Januaria 2019.

Dengan kondisi yang sudah drop, Heru pun langsung menghubungi dokter hewan yang biasa mengecek kondisi kesehatan kerbau bule keturunan Kiai Slamet. Dari hasil pemeriksaan itu, jika Kiai Joko sakit karena faktor usia yang sudah uzur.

“Kata dokter hewan sakit karena tua. Kerbau Kiai Joko itu sudah diperiksa dokter hewan selama tiga kali sejak sakit. Sakitnya sih belum terlalu lama,” ujarnya.

Muncul Bisul di Mulut Kiai Joko

Sementara itu Sentana Dalem Keraton Kasunanan Surakarta, KRMH Adityo Soeryo Herbanu berkisah kerbau Kiai Joko awalnya menderita bisul yang muncul di mulutnya dan mengeluarkan nanah. Setelah itu, ia pun langsung menghubungi dokter hewan untuk memeriksa salah satu kerbau bule koleksi Keraton Kasunanan Surakarta itu.

“Ada bisul sejak sebulan lalu. Penangannya sudah dilakukan dengan pemeriksaan dokter selama tiga kali. Namun pada Selasa sekitar pukul 15.00 WIB, kerbau Kiai Joko akhirnya sedo (mati),” ungkapnya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.