Sunday, 26 May 2019

Pembatasan Whatsapp, Pemerintah Jadi Diktator Digital?

Pembatasan Whatsapp, Pemerintah Jadi Diktator Digital?

Pertemuan Menkominfo dengan Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Komunikasi WhatsApp Global, Victoria Grand. Foto : Tribunnews

Jakarta, Swamedium.com — Bersama dengan WhatsApp Company, Pemerintah akan mengontrol penyebaran berita hoaks dengan membatasi forward message whatsApp maksimal 5 kali share

Di tahun 2016, Kamus Oxford mentasbihkan kata “post-truth” sebagai “word of the year” sebagai kata yang digunakan untuk mendefinisikan situasi dimana keyakinan dan perasaan pribadi lebih berpengaruh dalam pembentukan opini publik dibandingkan fakta-fakta yang obyektif.

Kondisi tersebut diyakini sebagai dampak adanya penyebaran hoaks yang begitu masif. Lagi-lagi, media sosial dituduh bertanggung jawab atas fenomena tersebut. Terlebih orang yang menggunakan platform tersebut hampir tak terhitung jumlahnya saat ini.

Pemerintah jadi diktator digital?

Oleh karenanya, guna mencegah semakin meluasnya post truth dan demi mencegah berkembangnya hoaks dan disinformasi masyarakat, menjelang Pilpres 2019 pemerintah melalui Menkominfo, Rudiantara bersama Wakil Direktur Kebijakan Publik dan Komunikasi WhatsApp Global, Victoria Grand, menyepakati akan menerapkan aturan mengenai pesan terusan atau forwarded messagedi platform chatting terbesar tersebut.

Mulai 22 Januari 2019, sebuah pesan di WhatsApp hanya bisa diteruskan sebanyak 5 kali. Sungguh sebuah langkah yang mengejutkan dari pemerintah dan pihak WhatsApp.

Tak hanya aturan baru dari WhatsApp, induk perusahaannya, yakni Facebook, juga melakukan langkah-langkah serupa demi menghadapi datangnya momentum politik di Indonesia. Menjelang Pilpres 2019, perusahaan besutan Mark Zuckerberg ini melakukan sejumlah langkah politis demi berpartisipasi aktif dalam membendung serangan hoaks di platform milikinya.

Menyikapi langkah pemerintah tersebut, mungkinkah hal ini murni sebagai niat untuk mencegah berkembangnya hoaks sebagai sesuatu yang buruk? Ataukah ada kemungkinakn tujuan politis lainnya?

Whatsapp dan Facebook di Pusaran Politik

Tentu publik tak lupa peran Facebook dan WhatsApp dalam politik dan pemilu di beberapa Negara. Bahkan dua platform ini sempat menjadi sarana kemenangan bagi beberapa presiden.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)