Monday, 22 April 2019

Rian D’Masiv Tengok Kampung Qur’an Melempu di Lombok Timur

Rian D’Masiv Tengok Kampung Qur’an Melempu di Lombok Timur

Lombok, Swamedium.com — Senin-Selasa, 21-22 Januari lalu, Rian Ekky Pradipta alias Rian D’Masiv menjenguk Kampung Qur’an Melempu di Lombok Timur. Ia didampingi Ketua Yayasan Daarul Qur’an, Tarmizi Assidik.

Kampung Qur’an Melempu dibangun sebagai program lanjutan dari fase darurat bencana alam oleh PPPA Daarul Qur’an.

Diguncang dua kali gempa besar pada awal Agustus 2018 lalu, Pulau Lombok mengalami kehancuran cukup parah terutama Lombok Utara dan Timur. Ribuan rumah dan fasilitas umum hancur, ratusan nyawa tertimbun. Lombok tetiba menjadi gelaran tenda dan terpal terluas sepanjang sejarah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Setelah masa tanggap darurat, PPPA Daarul Qur’an menginisiasi Kampung Qur’an Melempu. Dicanangkanlah pembangunan 1000 unit Rumah Qur’an untuk sebagian korban gempa.

Tahap pertama sudah 200 unit Rumah Qur’an terbangun di Dusun Melempu, Desa Obel-Obel, Kecamatan Sambelia, Lombok Timur. Dengan memanfaatkan kembali puing yang layak, recycle house Rumah Qur’an dibangun dengan biaya hanya 17,5 juta rupiah.

Nah, saat berkunjung ke Kampung Qur’an Melempu, Rian D’Masiv disambut ceria 187 keluarga penghuninya. Ia juga ikut meresmikan Muholla Daarul Qur’an di Dusun ini.

Vokalis group band D’Masiv itu mengaku senang dengan perkembangan masyarakat di Lombok Timur pascagempa, khususnya di Desa Obel-obel. Ia menuturkan, beberapa hari setelah gempa besar mengguncang NTB, personil D’Masiv datang ke Lombok dan melihat langsung kerusakan akibat bencana alam tersebut.

“Alhamdulillah, kini saya bisa melihat senyum dan tawa serta semangat yang baru. Semoga kehadiran musholla di Kampung Qur’an ini mampu menambah semangat spiritual warga di Desa Melempu,” tutur Rian yang mengaku mendapat suntikan spiritual dan semangat baru setelah berkunjung ke lokasi terdampak gempa ini.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)