Rabu, 15 September 2021

Aliansi Mahasiswa Riau Peduli Keadilan Desak Toro Zidhu Divonis Bersalah

Aliansi Mahasiswa Riau Peduli Keadilan Desak Toro Zidhu Divonis Bersalah

Pekanbaru, Swamedium.com – Aliansi Mahasiswa Riau Peduli Keadilan (AMR-PK) menggelar aksi demo di depan Pengadilan Negeri Pekanbaru, Senin (28/1/2018). Mereka menuntut agar majelis hakim menjatuhkan hukuman terhadap Toro Zidhu sesuai dengan tuntutan jaksa penuntut umum. 

Banner Iklan Swamedium

Toro Zidhu diketahui merupakan Pemimpin Redaksi (Pimred) Media online, harianberantas.co.id yang terjerat kasus pencemaran nama baik Bupati Bengkalis, Amril Mukminin atas pemberitaan kasus dugaan korupsi dana Bansos/Hibah Bengkalis senilai Rp272 miliar tahun 2012 silam.

“Kami meminta kepada majelis hakim untuk mengadili Toro Zidhu seadil-adilnya, dan pada putusan vonis nanti majelis hakim dapat memvonis sesuai dengan tuntutan jaksa,” teriak Reno Febrian, selaku koordinator aksi.

Aksi puluhan massa pendemo sempat memacetkan perempatan Jalan Terantai dan Jalan Dahlia. Namun berkat kesigapan petugas kepolisian yang mengawal, arus lalu lintas dikedua ruas itu dapat berjalan dengan lancar dan tertib.

Sementara itu, Humas Pengadilan Negeri Pekanbaru, Martin Ginting SH langsung menanggapi aksi pengunjuk rasa tersebut. 

Martin mengatakan ia akan menyampaikan aspirasi massa ini kepada majelis hakim yang bersangkutan.

“Adik-adik mahasiswa, majelis hakim akan mengadili perkara ini berdasarkan azaz keadilan. Dimana majelis hakim mengadili seadil-adilnya. jika ada pihak yang tidak puas, masih ada upaya hukum lainnya yang bisa ditempat seperti banding dan kasasi,” kata Martin.

Diketahui, hari ini majelis hakim yang menyidangkan perkara pencemaran nama baik Bupati Bengkalis Amril Mukminin mengagendakan pembacaan putusan vonis.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Syafril SH, menuntut terdakwa Toro dengan pidana penjara selama 1 tahun 6 bulan (18 bulan).

Menurut JPU, perbuatan terdakwa Toro Zidhu terbukti melanggar Pasal 27 ayat 3 jo Pasal 45 ayat 3 Undang-Undang RI Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Berdasarkan dakwaan, perbuatan yang dilakukan terdakwa sekitar Januari hingga September 2017 lalu. Saat itu, terdakwa memposting berita-beritawww.berantas.co.id dengan judul headline antara lain, “Terkait Dugaan Korupsi Bansos Bengkalis Rp272 M, Bupati Amril Mukminin tak Kebal Hukum. 

Terdakwa kemudian melanjutkan berita dengan judul “Bupati Amril Mukminin Diduga Terlibat, Polda Riau Diminta Tuntaskan Dugaan Korupsi Bansos Bengkalis. 

Belum merasa puas, Toro Zidhu kembali memberitakan Bupati Bengkalis dengan judul lain yakni, “Bupati Bengkalis Terancam Dilaporkan Balik ke Polda”, “Bupati Amril Mukminin Resmi Dilaporkan ke Polda Terkait Dugaan Korupsi Dana Bansos Bengkalis’. 

Kemudian berita dengan judul “Kapolda Riau Pimpin Audiensi Pekembangan Kasus Dugaan Korupsi Bansos Bengkalis”. Kemudian berita judul “Lagi-lagi Ketua DPRD Bengkalis Terakwa Koupsi Bansos Dituntut 8,6 Tahun Penjara, Kapolri Dituntut Usut Dugaan Keterlibatan Amril dkk”. 

Atas pemberitaan ini, Bupati Bengkalis, Amril Mukminin merasa telah dicemarkan nama baiknya. Hingga akhirnya melaporkan kasus pencemaran nama baik tersebut Ditreskrimsus Polda Riau.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita