Wednesday, 26 June 2019

Maklumat Imam Besar Habib Rizieq Syihab soal Partai Bulan Bintang

Maklumat Imam Besar Habib Rizieq Syihab soal Partai Bulan Bintang

Jakarta, Swamedium.com — Imam Besar Umat Islam Indonesia, Habib Rizieq Syihab mengeluarkan Maklumat buat Umat Islam Indonesia terkait bergabungnya Partai Bulan Bintang (PBB) ke koalisi yang disebut sebagai partai-partai pendukung penista agama.

Habib Rizieq menegaskan kepada seluruh Caleg, pengurus PBB yang setia kepada hasil Ijtima’ Ulama untuk mendukung Prabowo-Sandi dalam Pilpres 2019 mendatang, untuk segera mengundurkan diri dan tidak lagi berkampanye untuk PBB.

Berikut isi lengkap Maklumat Habib Rizieq yang diterima, Senin (28/1).

MAKLUMAT IMAM BESAR UMAT ISLAM INDONESIA HABIB MUHAMMAD RIZIEQ SYIHAB TENTANG PARTAI BULAN BINTANG

Sehubungan Keputusan Resmi Rakornas PBB 27 Januari 2019 utk bergabung dgn “Partai-Partai Pendukung Penista
Agama” dlm Pemenangan Jokowi di Pilpres 2019, maka diserukan kpd Segenap Aktivis FPI & SAYAP JUANGNYA beserta semua Simpatisan FPI & seluruh Umat Islam pendukung “Hasil ljtima’ Ulama” dimana pun berada, yg menjadi “Pengurus atau Caleg PBB” untuk segera:

MENGUNDURKAN DIRI MASSAL DARI KEPENGURUSAN MAU PUN CALEG PBB

Selanjutnya dianjurkan utk bergabung dgn PARTAI ISLAM Pendukung ljtima’ Ulama atau membentuk
PARTAI PERLAWANAN

Dan sejak saat diumumkan Maklumat ini tdk lagi
kampanye untuk Caleg PBB yg mana pun dan tdk juga
mengkampanyekan PBB.

Diserukan juga agar suara dukungannya diarahkan dan
dialirkan ke CALEG PARTAI ISLAM yg mendukung Hasil
Ijtima Ulama utk Pemenangan Prabowo-Sandl di Pilpres 2019.

PENGURUS & AKTIVIS FPI beserta SAYAP JUANGNYA yg tdk melaksanakan Maklumat ini, maka akan diberi sanksi prganisasl yg tegas.

Maklumat ini dibuat sesuai “Sikap Politik FPI” yg mendukung penuh Hasil Ijtima Ulama utk memenangkan Prabowo – Sandi dan hanya memilih Caleg dari Partai Koalisi Umat Kebangsaan
Pendukung Prabowo – Sandi.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)