Minggu, 19 September 2021

Ketika UBN Bernostalgia Mengenang Buya Hamka

Ketika UBN Bernostalgia Mengenang Buya Hamka

Jakarta, Swamedium.com — “Buya Hamka adalah tokoh yang sangat berpengaruh bagi saya,” ujar Ustadz Bachtiar Nasir dalam kajian bertajuk “Menjejak Warisan Ilmu Sang Ayah Bangsa” di AQL Islamic Center, Tebet, Jum’at (25/1) malam lalu.

Banner Iklan Swamedium

Sesuai rencana, Sekolah Pemikiran Islam (SPI) menggelar rangkaian kegiatan 111 Tahun Buya Hamka sebagai program awal tahun 2019. Rangkaian ini terdiri dari tiga kajian, pameran, seminar dua hari, dan daurah kepemudaan. Dalam kajian ketiga di bulan Januari ini, SPI menghadirkan UBN sebagai narasumbernya.

“Pada kajian pertama, kami menghadirkan Pak Taufik Ismail, yang memang memiliki kedekatan khusus dengan Buya Hamka. Untuk kajian kedua, ada Dr. Tiar Anwar Bachtiar yang pakar sejarah. Nah, kali ini, kami menghadirkan UBN,” ujar Akmal Sjafril, Kepala SPI Pusat.

Pemilihan UBN sebagai narasumber juga karena adanya alasan khusus. “Yang pasti, beliau adalah satu dari sedikit ulama yang kerap mengkaji Tafsir Al-Azhar. Karena itu, pasti banyak hal menarik yang dapat beliau ceritakan tentang Buya Hamka,” ujar Akmal lagi.

Bagi UBN, Buya Hamka adalah tokoh yang memberikan pengaruh sangat membekas pada masa kecilnya.

“Saya ingat, dahulu, Ayah kami biasa menyetel radio dengan suara lumayan keras dan diletakkannya di atas meja makan. Sementara itu, kami sibuk sarapan, bersiap-siap untuk pergi ke sekolah dan kesibukan lainnya. Melalui radio itulah saya mendengarkan ceramah-ceramah Buya Hamka. Mungkin Ayah saya mengira kami tidak mendengarkan, tapi saya masih ingat betul,” ungkap UBN.

Melalui radio, UBN mengenal pemikiran-pemikiran Buya Hamka, walau tak pernah berbincang langsung dengan beliau. “Suaranya yang serak-serak basah sulit untuk dilupakan. Waktu itu saya tertarik karena Hamka selalu membahas sesuatu dengan cara yang ‘tidak biasa’. Benar-benar menantang pikiran,” tandas UBN lagi.

Di kemudian hari, UBN mengaku pernah menghadiri ceramah Buya Hamka, namun hanya melihat beliau dari kejauhan saja. “Saya lahir 1967, Buya Hamka wafat 1981. Tapi bagaimana pun, sosok beliau memberi kesan mendalam pada diri saya,” ungkap UBN.

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita