Saturday, 20 April 2019

Pengelolaan Anggaran Bermasalah, Liga Santri Nasional Tak Perlu Digelar

Pengelolaan Anggaran Bermasalah, Liga Santri Nasional Tak Perlu Digelar

Foto : Liga Santri Nusantara (LSN 2017), resmi dibuka oleh Menpora Imam Nahrawi, didampingi oleh tokoh-tokoh penggagas Liga Santri, Panitia, dan yang mewakili PSSI (Wisja)

Jakarta, Swamedium.com — Achsanul Qosasih, anggota Badan Pemeriksa Keuangan, merekomendasikan agar Liga Santri Nasional, turnamen sepakbola yang dibuat oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga, tak perlu lagi digelar. Alasannya, audit BPK menemukan ada kejanggalan dalam pengelolaan anggaran Liga Santri 2017.

Audit BPK menemukan ada sisa anggaran Rp2,04 miliar pada rekening Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) per 31 Desember 2017. Temuan lain ada transaksi terindikasi fiktif senilai Rp392 juta. Totalnya, Rp2,4 miliar.

RMI adalah lembaga Nahdlatul Ulama berbasis pondok pesantren di seluruh Indonesia. RMI adalah pelaksana Liga Santri Nasional.

Temuan BPK, masih ada penarikan uang dari rekening RMI pada 2018. Terhitung, per Februari 2018, ada tiga kali penarikan uang dengan total Rp812 juta dari anggaran Liga Santri 2017, sehingga sisa uang tinggal Rp1,22 miliar.

Soal transaksi terindikasi fiktif senilai Rp392 juta dipakai untuk pemalsuan nota penyewaan bus senilai Rp194 juta dan Rp151 juta. Selain itu, ada penggelembungan biaya sewa penginapan di Wisma Pussenif Bandung, sebuah markas pendidikan dan latihan TNI Angkatan Darat, sebesar Rp47 juta. BPK juga menemukan bunga giro Rp8 juta.

Total dana Rp2,4 miliar dari Liga Santri 2017 itu belum dikembalikan ke negara. BPK meneruskan temuan ini agar RMI dan Kemenpora mempertanggungjawabkannya.

“Jadi sekarang saya minta mempertanggungjawabkan. Artinya melengkapi dokumen. Kalau tidak bisa, baru mengembalikan,” kata Achsanul.

Temuan BPK bermula dari kucuran dana Rp8 miliar dari Kemenpora untuk pelaksanaan Liga Santri Nasional 2017. Anggaran itu diberikan kepada Rabithah Ma’ahid Islamiyah.

Liga Santri digelar sejak 2016. Muasalnya, pada Agustus 2015, Menteri Pemuda dan Olahraga Imam Nahrawi menandatangani Nota Kesepahaman dengan Ketua PBNU Said Aqil Siradj terkait pelaksanaan Liga Santri. Ia menjadi dasar kerja sama dan pengucuran dana Liga Santri untuk RMI pada tahun selanjutnya.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)