Thursday, 22 August 2019

Terlalu Mahal, Pengusaha Truk Desak Tarif Tol Trans Jawa Turun 20%

Terlalu Mahal, Pengusaha Truk Desak Tarif Tol Trans Jawa Turun 20%

Ketua Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia, Nofrisel

Jakarta, Swamedium.com — Keluhan mahalnya tarif tol trans jawa disuarakan oleh Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo).

Wakil ketua umum Aptrindo Nofrisel menjelaskan penerapan tarif baru trans Jawa berdampak signifikan ke struktur biaya mereka. “Dengan komponen seperti itu kami merasakan adanya implikasi cost yang naik di struktur cost kami. Memanagenya itu tidak bisa karena komponen tol cukup signifikan pengaruhnya terhadap struktur biaya kami,” ujarnya saat dijumpai di gedung Kemenko, Rabu (6/2/2019).

Untuk itu, asosiasi meminta pemerintah mempertimbangkan penyesuaian tarif tol, “Ditinjau kembali. Sementara yang dilakukan teman-teman saat ini ya sebagian tidak lewat jalan tol. Pilih jalur Pantura biasa,” katanya.

Ia menuturkan jika diakumulusi tarif tol saat ini bisa mencapai Rp 1 juta lebih, belum termasuk bensin. Angka ini naik dua kali lipat dibanding sebelumnya yang untuk biaya tol hanya menelan Rp 500 ribu hingga Rp 600 ribuan.

Untuk biaya logistik, biaya di darat masuk dalam deretan termahal kedua setelah biaya menggunakan jasa angkut udara. Menurutnya, akan sia-sia membangun tol di mana-mana tapi tidak diikuti ketersediaan barang. Lama-lama pasokan untuk barang akan terbatas, dan begitu barang berkurang ongkos akan menjadi sangat mahal.

Keluhan ini telah disampaikan ke Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution. “Beliau menampung, kami menunggu habis ini mungkin ada pertemuan lebih lanjut,” jelasnya.

“Cost kami berkontribusi 39% dari total logistik untuk darat. Jadi kalau bisa menurunkan tarif pengaruhnya besar sekali,” pintanya lagi. Untuk itu, asosiasi meminta tarif tol turun hingga 20%.

Mahal, Pengusaha Truk Minta Tarif Tol Trans Jawa Turun 20%Foto: Ketua Dewan Pakar Asosiasi Logistik Indonesia, Nofrisel

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)