Monday, 22 April 2019

Religiositas Calon

Religiositas Calon

Foto: Selama satu dekade, Imam Shamsi Ali menjadikan Islamic Cultural Center (ICC), masjid terbesar di New York, Amerika Serikat, sebagai tempatnya berdakwah. (detikcom)

Oleh: Imam Shamsi Ali*

New York, Swamedium.com — Warga Bronx di kota New York ketika dikejutkan oleh sebuah situasi yang berulang biasanya mengatakan “O man! Again?”.

Begitulah kira-kira ungkapan yang layak terlontar di saat kita memasuki musim politik, pilkada maupun pilnas (pilihan nasional). Dan ini berlaku bagi semua tingkat pilihan. Presiden, wakil presiden maupun para pilihan legislatif (DPR, DPD).

Kenapa demikian? Karena hal-hal yang sejak dulu terjadi kini kembali lagi. Promosi-promosi kebaikan masing-masing calon tiba-tiba mendadak lagi muncul atau dimunculkan. Kebaikan yang selama ini tidak pernah nampak, bahkan mungkin realitanya memang tidak ada, tiba-tiba tumbuh bagaikan bunga di musim semi.

Indonesia sebagai negara dengan penduduk Muslim terbesar, yang sudah pasti pemilih super mayoritas adalah Muslim, Islam sebagai identitas kebaikan menjadi laris manis.

Dengan kata lain, di musim politik dan kampanye ini tiba-tiba keislaman para caleg itu begitu nampak dan dinampakkan. Jangankan mereka yang memang beragama Islam. Bahkan calon yang kebetulan beragama non Islam saja tiba-tiba memiripkan diri bagaikan Muslim.

Tidak jarang memakai pakaian yang secara luas identik dengan keislaman. Masuk keluar Masjid dengan salamnya yang cukup fasih. Bahkan ketika berpidato dibuka dengan hamdalah dan sholawat dan seterusnya.

Mereka juga keluar masuk pondok pesantren ketemu para ulama dan kyai. Yang kurang dananya mencium tangan kyai. Yang banyak dananya tangannya yang dicium oleh para santri/santriyah.

Beberapa waktu lalu saya pernah menulis dengan judul religiositas musiman. Kira-kira itulah yang terjadi lagi. Atau dalam bahasa orang Bronx tadi “O man! Again?”.

Orang-orang yang selama ini tidak peduli dengan agama dan institusinya, termasuk dengan ulama bahkan melehkan agama dan ulamanya. Tiba-tiba di musim politik dan kampanye ini semuanya peduli dengan agama dan ulama.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)