Wednesday, 24 April 2019

Religiositas Calon

Religiositas Calon

Foto: Selama satu dekade, Imam Shamsi Ali menjadikan Islamic Cultural Center (ICC), masjid terbesar di New York, Amerika Serikat, sebagai tempatnya berdakwah. (detikcom)

Beragama itu alami

Mungkin di saat-saat seperti inilah kita perlu saling mengingatkan. Bahwa agama itu alami. Beragama itu juga harus melalui proses alami. Bukan dibuat-buat, apalagi dipaksakan.

Agama ini begitu penting dalam berinteraksi secara politik. Karena harusnya dengan agamalah para politisi memilki “kesadaran samawi” bahwa anda boleh jadi pintar menipu rakyat. Tapi percayalah Tuhan rakyat tidak pernah lengah dan tertipu.

Dengan agama para politisi harusnya membangun “kesadaran ukhrawi”. Bahwa janji-janji kampanye mereka pasti akan dipertanggung jawabkan di hari tiada tipu menipu lagi.

Dengan agama para politisi harusnya membangun basis moralitas (moral ground) untuk melayani rakyat. Bahwa secara moral (dan hukum) adalah dosa ingkar janji dan mengkhianati amanah.

Agama bukan untuk dipamerkan di saat kampanye. Agama bukan untuk jadikan tontonan untuk menipu rakyat. Agama bukan dijadikan pijakan atau tangga menaiki kekuasaan dengan rakus.

Agama itu untuk dipahami, diyakini, dihayati dan diamalkan. Tahmid, tahlil dan sholawat yang dihafalkan dengan segala upaya agar fasih, bukan sekedar bahan kampanye.

Agama yang rakyat ingin lihat dari para calon adalah kejujuran. Agama yang ikhlas tanpa tendensi kepentingan. Itulah yang nantinya melahirkan prilaku kebijakan yang memihak rakyat.

Agama yang jujur itu secara alami akan nampak dalam berbagai kebijakan publik. Kebijakan yang memihak rakyat, memihak agama dan kebenaran, menghormati ulama secara alami, bahkan ketika berseberangan secara politik sekalipun.

Rakyat tidak perlu pengakuan dan demosntrasi agama di hadapan publik. Yang mereka perlukan adalah kesadaran agama dalam prilaku dan kebijakan publik. Tunjukkan jika anda beragama dalam berbagai kebijakan yang akan anda ambil.

Buktikan jika anda beragama dalam rancangan legislasi yang akan anda akan lakukan. Sehingga legislasi itu menjadi penguat agama, bangsa dan negara.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)