Wednesday, 22 May 2019

Ada Apa dengan Kuping Kiri Bapak?

Ada Apa dengan Kuping Kiri Bapak?

Oleh: Asyari Usman*

Jakarta, Swamedium.com — Walaupun debat capres malam tadi biasa-biasa saja, tetapi banyak orang yang mencatat berbagai hal yang menarik perhatian. Banyak pula pemirsa yang mengungkapkan rasa puas dan rasa tak puas. Sebagian lain kelihatannya menonton dengan mata yang jeli. Lebih tepatnya dengan “mata intel”. Luar biasa hebat!

Mereka tidak sekadar menyimak paparan kedua capres, melainkan mengamati dengan sekasama apa-apa yang mereka anggap aneh.

Saking jelinya pemirsa debat capres, ada yang serentak bertanya, “Ada apa dengan kuping kiri Pak Jokowi? Kok beliau bolak-balik menyentuhkan ujung jarinya ke lubang kuping kiri itu?”

Mereka ini berpikiran macam-macam. Ada yang menyatakan keheranan mengapa harus sentuh-sentuh lubang kuping. Mereka merasa ada yang tak biasa. Bagaikan ada sesuatu yang harus dicocokkan posisinya di dalam kuping Pak Jokowi. Wallahu a’lam. Ada-ada saja tingkah pemirsa.

Banyak pula pemirsa yang merasa heran kenapa Pak Jokowi bisa relatif ‘bagus’ menjawab pertanyaan maupun menyampaikan penjelasan. Tumben. Selama hari ini beliau itu ‘kan sering tergagap-gagap menjawab pertanyaan media. Kok malam tadi bisa lebih mulus. Bagaikan ada ‘live briefing’. Hehe…

Keterlaluan kalian. Curiga terus. Tapi, begitulah gambaran tentang masyarakat yang super-kritis. Tidak perlu ditanggapi dengan pengerahan unit-unit reaksi cepat yang ada di berbgai instansi penegak hukum. Anggap saja ini fenomena peningkatan drastis kegemaran rakyat terhadap politik dan demokrasi.

Inilah pertanda rakyat semakin jeli. Barangkali, inilah buah dari iklan layanan masyarakat yang sanga positif selama ini. Iklan itu, “teliti dulu sebelum dibeli”. Tonton dulu sebelum dipilih.

Atau mungkin juga ada semacam, maaf, ‘bimbel’ untuk Pak Jokowi. Jadi, banyak hal yang bisa membantu beliau. Iya ‘kan?

Dengan begitu, janganlah selalu dihantui kecurigaan. Masa terus-menerus menyangka Pak Jokowi tak bisa menguasai masalah. Beliau ‘kan punya banyak tenaga ahli di semua bidang. Dan, bisa jadi juga Pak Presiden sudah beralih jenis bacaan. Bukan lagi komik.

Mungkin saja menjelang debat capres ini beliau intensif membaca data. Bisa jadi beliau banyak berdiskusi dengan para menteri serta para staf ahli yang superjago. Siapa tahu, bukan?

Akan tetapi, memang banyak yang bisa dipertanyakan tentang data atau angka-angka yang disampaikan Jokowi di debat malam tadi. Misalnya saja tentang kebakaran hutan yang dikatakannya sudah tidak ada lagi selama tiga tahun ini. Faktanya, kelompok pembela lingkungan, Greenpeace, membantah klaim Jokowi. Mereka mengatakan, sejak kebakaran hutan terbesar pada 2015, kebakaran terus terjadi tiap tahun hingga sekarang.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)