Wednesday, 26 June 2019

Jangan Sampai Masyarakat Tertular Virus Bohong

Jangan Sampai Masyarakat Tertular Virus Bohong

Oleh: Tjahja Gunawan*

Jakarta, Swamedium.com — Pada acara debat calon presiden yang disiarkan langsung, Minggu malam (17/2), sejumlah elemen masyarakat menggelar acara nonton bareng.

Kami para jamaah mesjid di kompleks perumahan Bumi Serpong Damai (BSD) sengaja mengadakan nobar untuk memperkuat tekad menyongsong kemenangan Capres Prabowo Subianto.

Sejatinya debat tidak akan berpengaruh bagi kami para pemilih yang telah memutuskan pilihan kepada pasangan Prabowo-Sandi.

Menjelang Pilpres 2019 ini, kami para jemaah mesjid di BSD sudah bulat mengikuti keputusan para ulama dalam Ijtima yang telah memutuskan untuk mendukung pasangan Capres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno. Kami ikut kata para ulama, sami’na wa atha’na.

Acara debat capres sebenarnya ditargetkan untuk menyasar 20 persen pemilih yang belum menentukan pilihannya. Mereka pemilih kritis dan rasional yang masih ingin melihat, mendengar dan menimbang calon pemimpin mana yang diyakini mampu menjawab persoalan dan menjanjikan perubahan bagi Indonesia.

Oleh karena itu pasca debat capres, kelompok yang belum menentukan pilihan (undecided/swing voters) akan berusaha menggali informasi apakah data yang dipaparkan sesuai fakta di lapangan, atau apakah janji yang diucapkan realistis dilaksanakan.

Namun dari apa yang kita saksikan pada acara debat tersebut, sangat disayangkan seorang Jokowi yang juga presiden RI ternyata fakir data dan fakir informasi. Dan hal itu dipertontonkan kepada seluruh rakyat, dan hebatnya dia telah mengatakannnya tanpa merasa berdosa.

Presiden Jokowi menyampaikan beberapa kesesatan data pada debat kedua capres. Pertama, Jokowi mengatakan total impor jagung tahun 2018 sebanyak 180.000 ton Padahal, data sahih menunjukkan impor jagung semester 1 tahun lalu sudah 331.000 ton. Keseluruhan total impor jagung tahun 2018 sebanyak 737.228 ton.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)