Kamis, 11 Agustus 2022

Makna Puisi Neno Warisman dalam Malam Munajat 212 di Monas

Makna Puisi Neno Warisman dalam Malam Munajat 212 di Monas

Oleh: Devi Jannah

Banner Iklan Swamedium

Jakarta, Swamedium.com — “Menangkan kami. Karena jika Engkau tidak menangkan, kami khawatir tak ada lagi yang menyembah Mu “..

Sepenggalan puisi ini menghebohkan dunia maya.

Ini berarti kubu sebelah sebenernya harus rela mendengarkan dan melihat acara ini dari awal hingga akhir utk mencari CELAH.

Hingga akhirnya di temukanlah penggalan puisi ini.

Seperti merasa menemukan makanan lezat utk di kerubuti , mulai lah mereka menggoreng kata2 Bunda Neno Warisman ini.

” Allah kok di ancam”.
” Demi seorang Prabowo, dia mulai main2in ajaran agama “.
” Nenek gila “.
” Ini cuman pilpres , bukan perang badar “.

Dan masih banyak lagi komen2 sengak lainnya. Padahal mungkin mereka belom atau nggak mau mendengarkan video puisi lengkap nya.
Dan tidak mau mencari kenapa sampai bunda neno berkata demikian.
Rata2 sih mereka mendukung kubu sebelah.
Jadi sepertinya apapun yg dilakukan tim 02 itu salah semua.

Komen terakhir yg saya tulis itu sebenernya ada benernya.

Di PERANG BADARnya.

Salahnya, ini BUKAN SEKEDAR pilpres.

Yup benar.
Perkataan Bunda Neno di atas adalah ucapan Rasulullah SAW saat perang Badar.
Kekuatan kaum muslimin saat itu sangat sedikit jumlahnya. Sekitar 313 orang saja.
Melawan tentara quraisy yg bengis sebanyak 1000-an orang.

Tolong ralat kalau salah ya.

Rasulullah tak henti2nya sholat dan berdoa meminta pertolongan kepada Allah SWT.
Agar perang Badar ini di menangkan.
Karena kalau tidak , nasib kaum muslimin akan hancur.
Karena sudah tabiat kaum Quraisy yg keji membenci kaum muslimin pengikut Rasulullah SAW teramat sangat.
Maka Allah turunkan pertolongannya. Allah menangkan Perang Badar.
Malaikat2 diturunkan untuk membantu Rasulullah SAW.
Dan Perang Badarpun di menangkan Nabi kita.

Seperti saat ini.

Sudah banyak bukti , bagaimana umat muslim di intimidasi saat akan pengajian …
Di solo kalau tidak salah ya, baru2 ini kok.
Saat Reuni akbar 212 di solo.
Peserta di halang2i untuk memasuki tempat pengajian.
Bagaimana ustad Tengku Zulkarnain di persekusi di bandara.
Bagaimana ustad Felix shiaw dipersekusi di berbagai tempat.
Bagaimana UAS juga sempat di persekusi pengajiannya.
Dan masih banyak lagi yg lainnya.

Masa pertama dia menjabat, saat sholat ied , masjid tolikara di bakar oknum oknum yg tentu saja tidak menyukai aktifitas muslim di sana.

Apa yg terjadi ?

Pembakar di undang ke istana.
Sedangkan korban nya malah ada yg dipenjara , penduduk muslim menjadi pengungsi karena ketakutan.

Saat demo 411 , saat itu peserta demo yg asli tetap dalam jalurnya. Damai dan tenang , hanya takbir dan dzikir yg mereka kumandangkan menunggu perwakilan ulama bertemu dengan perwakilan istana Pak JK. Karena org no.1 nya entah kemana.

Entah kenapa , aparat mulai melempari gas airmata. Entah berapa org yg terluka , sampai2 ustad arifin ilham dan syeikh ali jabeer pun terkena.

Alasannya karena peserta aksi damai sudah melewati jam demo.

Sedangkan , pendemo atas nama bela hog , di biarkan sampai pagi , membuat keributan, merusak fasilitas umum dan mengotori lingkungan dengan lilin2 dan bekas nasi bungkusnya.

Penista Agama menjamur 4th belakangan ini, cenderung di biarkan. Laporan ke pihak berwajib seakan menjadi hal yg mubazir.
Kebanyakan perwakilan umat secara mandiri mendatangi pelaku dan pelaku hanya diminta meminta maaf dan berjanji takkan mengulangi lagi plus materai 6rb.

Belom lagi kasus pembunuhan ustad atau orang2 yg berangkat atau setelah ke masjid oleh orang gila.
Yg ini di anggap hoax.

Perkataan victor laiskodat yg sebenarnya itu masuk pasal ancaman pembunuhan dan penistaan pun gak jelas akhirnya.

Laporan cuitan seorang nathan yg akan menyewa pembunuh utk menghabisi fahira idris, fahrihamzah, fadlizon , buniyani, habib rizieq pun mandeg. Tanpa kejelasan.

Belom lagi aduan untuk ade armando, abu janda , dan orang2 sekitaran mereka itu juga mandeg jegrek.

Belom lagi perkataan seorang bupati kuningan yg mengatakan laknat kepada yg ga mau mendukung calon pilihannya.

Perkataan mereka lebih kasar daripada ucapan seorang ahmad dhani yg mendapatkan ganjaran 1,5th penjara langsung di tahan dan diperlakukan bak teroris.

Dan masih banyak lagi , tambahkan saja.

Memang bukan perang sungguhan secara fisik seperti perang badar.

Sekarang ini adalah perang pemikiran.
Politik pecah belah.
Islam di adu dengan islam , dan penganut agama lainnya utk saling membenci.

Ini perang tanpa senjata.
Ini perang antara yg Haq dan Bathil.

Bukan soal bela Prabowo dan Sandiaga Uno.
Tapi ini BUKAN SEKEDAR PILPRES.

Kami bela agama kami.
Kami hidup di negara yg katanya mayoritas islam , tapi berasa minoritas.
Pengajian di awasi ketat.
Yg tidak sepaham segera di labeli anti nkri.

Sudah banyak contohnya , Negara dgn mayoritas muslim di dalamnya kemudian hilang secara pelan2.

Karena sejatinya ,
ada kaum yg tidak menyukai islam yg benar berkembang biak.
itu sudah Sunatullah.

Coba search di google kisah sebuah negri bernama Granada.
Dulu negri indah ini adalah sebuah negri islam yg damai.
Tapi kemudian di hancurkan oleh paham liberalisme secara pelan2…
Sehingga terlena oleh duniawi dan kemudian mudah dikuasai.
Muslim di bunuhi atau di usir jika tidk mau berpindah agama.
Mereka yg tdk tau akan kemana mereka pergi , takut di bunuh , terpaksa murtad , atau pura2 murtad.

Hingga kemudian tak ada lagi muslim yg tinggal di sana.
Masjid2pun sudah beralih fungsi menjadi musium.

Xinjiang , baru2 ini. Bisa kita lihat di postingan ustad Mujahid Izzulhaq ..
Negri kecil antara China dan turki nan indah ini sekarang bergejolak dalam diam.
Di permukaan tampak tenang, tapi di dalamnya penuh ketakutan.
Mereka di bungkam agar tidak mengatakan kepada dunia bagaimana kejinya pemerintahan komunis china memaksa mereka menjauhi ajaran islam.
Masjid2 yg dulu menjadi pusat kegiatan di jaga , hanya diperbolehkan sholat di dalam dan tidak boleh berlama2.
Kalian tidak akan mendengar adzan di sana.
Wanita muda muslim tidak boleh berjilbab , hingga mengakalinya pakai tutup kepala saja. Meski tidak bisa menutup aurat lagi secara penuh.
Atribut2 yg mencirikan diri seperti org islam seperti bergamis, berpeci , berjenggot tidak ada lagi.
ga boleh.
Banyak yg sudah ditangkap dan dipaksa murtad.
Banyak yg hilang tak kembali.
Intel dan penjaga berada di mana2.
Tembok pun seakan punya kuping , jadi semua takut utk berbicara.
Mereka tidak bisa keluar , terjebak.
Negri kecil itu sepertinya tenang , tidak terjadi apa2.
Tapi dalam hati mereka menangis..
Tanpa bisa berbuat apa2.

Suriah ,
Orang2 kubu sebelah selalu mencuci otak pengikutnya dengan kata2 ini ..
” Kalau prabowo menang, negri ini akan di jadikan seperti suriah ”

Emang tau apa yg terjadi di suriah ?
Bukannya terbalik tuh?

Pemimpinnya syiah berkedok islam sunni, tapi membantai dan mengusir muslim yg tidak mau menyembahnya.
Banyak perdebatan soal hal ini.
Silahkan saja.
Masing2 merasa punya sumber terpercaya.
Tapi ini yg kuyakini benar.
Anak2 mati karena bom fosfor itu terus membayangi mataku.
Tubuh2 imut mereka berserakan di antara reruntuhan bangunan yg di bombardir oleh pasukan pemimpin nya beserta koalisi nya iran dan rusia.

Hingga sekarang, Suriah masih bergejolak.
Kota2 yg di huni Sunni luluh lantak.
Bumi syams yg menyimpan banyak sejarah peradaban kejayaan islam porak poranda.

Palestina ,
Yg sekarang di jajah oleh israel.
Berawal dari kebaikan palestina memberikan tempat tinggal utk warga yahudi. Mereka berkembang biak , bekerja , belajar dsb.
Sekarang mereka berupaya menguasai palestina dgn memindahkan ibukota nya di jerussalem. Sempat beberapa kali melarang adzan dan melarang palestinians sholat di Al Aqsa.

Mereka menguasai tanah palestinians secara paksa. Entah sudah berapa ribu orang terbunuh oleh zionis.
Dan dunia dalam diam atas ketidakadilan dan penjajahan ini.

Rohingya,
Etnis tua myanmar itu kini terusir dari negrinya. Karena mereka muslim.
Itu saja masalahnya.

Saat islam di tindas , entah kenapa dunia terdiam. Tutup mata , tutup telinga.
Tapi begitu 1 orang nonmuslim terluka , mereka berisiknya luar biasa.

Kembali ke puisi Bunda Neno.

Maksud yg terkandung dalam penggalan doa itu adalah kekuatiran beliau melihat kondisi negri , kondisi umat sekarang ini.

Dalam 4th terakhir ini sudah terlalu banyak catatan kelam bagaimana perlakuan terhadap orang islam terutama yg tidak mau bergabung kesana.

Ide2 mereka soal pelajaran agama di sekolah yg akan di hapuskan ,
Ide penghapusan kolom agama di ktp ,
Ide penghapusan syariat islam ,
Ide pengecilan volume adzan ,
Ada pelarangan2 berjilab di sekolah.
Pelegalan miras ,
Makin rusaknya moral anak2 bau kencur hingga yg sudah dewasa ,
Bagaimana Lbgt makin merajalela eksisnya.

Dan yg lagi hits RUUP_KS.
yg ujung2nya nanti pelegalan zina , dan elgebete.
Bahkan RUU ini dirancang juga melarang orangtua dan bisa terancam pidana jika memaksa anak perempuannya berjilbab.
Berkedok Hak Asasi.

Naudzubillah ..

Inilah yg memicu bunda neno berdoa demikian.
Beliau kuatir , di tengah gencarnya paham sekuler , paham liberal , paham2 sesat dan rusaknya moral ini lambat laun umat islam tersingkirkan , termajinalkan , dijauhkan dari ajaran agama nya , dan kemudian tak ada lagi yg menyembah Allah SWT.

Seperti kekuatiran Nabi Muhammad SAW saat perang badar.

Berlebihan ?

Tidak bagiku.
Karena aku merasakan hal yg sama.

Aku, bunda neno dan emak2 lainnya tidak mengkuatirkan diri sendiri saat ini.

Tapi mengkuatirkan generasi yg akan datang dan masa depan negri ini.

Indonesia mungkin tidak akan hilang.

Tapi mungkin ,
kalau kita diam saja ..
Islam yg akan hilang dari negri ini.

Naudzubillah tsumma naudzubillah.

Jangan salah lagi memilih ya ..

Sumber: https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=546485132505004&id=100014305664855

Instagram @Devi_rj02
23/02/2019

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita