Minggu, 25 Oktober 2020

Berbeda dengan Pernyataan di Debat, Presiden Akui Masih Ada Sengketa Lahan

Berbeda dengan Pernyataan di Debat, Presiden Akui Masih Ada Sengketa Lahan

Foto: Presiden RI Joko Widodo. (ist)

Jakarta, Swamedium.com – Presiden Joko Widodo (Jokowi) membuka rapat terbatas (ratas) mengenai kebijakan pemanfaatan tanah dalam kawasan hutan. Rapat digelar di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Dalam sambutannya, Jokowi mengakui masih ada sengketa antara masyarakat sipil dengan perusahaan penguasa lahan konsesi. Persoalan tersebut diketahuinya, setelah bertemu langsung dengan warga.

“Kemarin saat saya terakhir ke Bengkulu bertemu seorang warga yang sebetulnya kampungnya sudah kampung lama, kemudian ada swasta yang diberi hak konsesi sehingga kampung ini masuk dalam konsesi itu, sehingga menjadi sengketa,” ujar Jokowi di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (26/2/2019).

Sengketa lahan warga juga ditemukan di Pulau Jawa. Persoalan ini banyak terjadi di kampung-kampung yang masuk kawasan perhutani. “Misalnya, jalannya tidak bisa diaspal karena setiap mau mengaspal harus izin terlebih dahulu,” ucapnya.

Dia meminta sejumlah menteri terkait segera menyelesaikan pendataan dan penataan tanah-tanah di kawasan hutan. “Agar rakyat dapat manfaat, masyarakat hukum adat, masyarakat ulayat juga mendapatkan manfaat dari kegiatan ini kemudian inventarisasi dan verifikasi penguasaan tanah dalam kawasan hutan,” katanya.

Sebelumnya, di acara debat kedua Pilpres Jokowi mengatakan, dalam pembangunan infrastruktur selama 4,5 tahun hampir tidak terjadi konflik pembebasan lahan. Karena tidak ada ganti rugi, yang ada ganti untuk,” ucap Jokowi di debat kedua Pilpres, Ahad lalu (17/2/2019).

Sumber: Inews

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.