Minggu, 25 Oktober 2020

Kesantunan Sandiaga Bungkam Banteng Tabanan

Kesantunan Sandiaga Bungkam Banteng Tabanan

Oleh: Pirman*

Jakarta, Swamedium.com – Sebuah surat bertandatangan keangkuhan sampai di tangan cawapres tampan dan muda, Sandiaga Salahuddin Uno. Tertulis di surat itu kalimat penolakan dari sekelompok pendukung partai merah.

Kata mereka, menjaga kondusivitas. Memangnya yang datang sekelompok Banteng pembuat onar? Kok percaya diri sekali menolak lelaki baik dan murah senyum dengan alasan menjaga ketertiban dan menghindari gesekan?

Menerima surat keangkuhan tersebut, Sandi menanggapi dengan santai, dan santun. Bahkan, mantan Wakil Gubernur DKI Jakarta ini memberikan balasan telak.

Serius. Telak. Meski tanpa marah. Meski tanpa teriak. Tetapi Sandi berhasil membuat sekumpulan Banteng angkuh tak berkutik dan justru kehilangan momen untuk membully.

Sandi mulai ‘membalas’ penolakan dengan mengunggah sambutan masyarakat terhadap dirinya di Bandara Ngurah Rai.

Gokil, Bos. Katanya, mereka menolak. Tetapi di Bandara Ngurah Rai, masyarakat yang baik hati dan menghargai perbedaan pilihan ini berebut foto bersama Sandi.

Mereka mengajak foto sejak di dalam pesawat sampai tibanya Sandi di Bandara. Bukan hanya emak-emak, para bapak juga mengajak Sandi berfoto.

Sandi lalu mengunggah foto ini di akun medsosnya. Tulisan Sandi, “Mohon maaf, Kabupaten Tabanan. Saya harus batalkan kunjungan.”

Padahal, aslinya, Sandi ingin mengirimkan sinyal. “Silakan kalian tolak dan hadang saya. Tetapi kebenaran yang disampaikan dengan tulus pasti mengundang banyak pengikut dan pendukung.”

Dari Ngurah Rai, Sandi beranjak menuju Gianyar. Sandi disambut hangat pengrajin kayu ukir di Desa Sumita. Dengan ketulusan dan semangat belajar yang tinggi, Sandi ikut mengukir.

Kelar di Gianyar, Sandi melanjutkan perjalanan ke Karangasem. Sore hari. Di Karangasem, Sandi disambut amat baik, kekeluargaan, bersimbah senyum juga jabat tangan nan erat.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.