Minggu, 25 Oktober 2020

Negeri Dilan, Berlebihan yang Menuai Bala

Negeri Dilan, Berlebihan yang Menuai Bala

Film Dilan 1991

Oleh: M Rizal Fadillah*

Bandung, Swamedium.com – Kehebohan soal film Dilan dahulu yaitu saat Jokowi menyampaikan pandangannya setelah menonton. Dengan tanggapan “belepotan” videonya menjadi viral. Dilan film remaja bernuansa “percintaan anak sekolahan” yang minim nilai edukasi apalagi patriotisme telah dipuji habis oleh Presiden. Kemudian di medsos sering dijumpai gelar “si Dilan” untuk menyebut Presiden. Nadanya tidak dalam porsi penghormatan.

Kini Dilan muncul lagi. Dan karena syuting di Bandung, maka mantan Walikota Bandung bikin heboh. Muncul idenya untuk membuat “Taman Dilan” yang kemudian menjadi “Pojok Dilan” tempat yang diperuntukkan remaja berkumpul katanya. Banyak kalangan memprotes urgensi dan relevansi dibuat monumen meski dengan sebutan “pojok”. Dikaitkan Dilan dengan literasi tentu tak nyambung karena itu film kok, meski berbasis novel. Dikaitkan kreativitas tidak pas karena banyak novelis atau sineas yang juga lebih kreatif. Penghargaan kepada budayawan ? Budayawan Sunda seabreg yang kreatif, berliteratur, dan diakui publik. Karena lokasi syuting di Bandung ? “Preman Pensiun” dengan bintang Didi Petet jauh lebih bermutu dan “nyunda”.
Filem Dilan tidak terlalu mengedukasi bahkan dari sisi keagamaan bisa dikatakan bersinggungan dengan perbuatan haram. Atau memang mau membuat budaya remaja dan anak sekolah suka “mojok” berpacaran ?

Ridwan Kamil adalah Gubernur Jawa Barat, tapi sayang berwawasan Bandung. Pembuatan taman atau pojok model ini adalah wilayah Pemerintah Kota. Kerjaan dan kreativitas Gubernur justru ditunggu untuk yang “kelas Gubernur”.
Atau ini bagian kampanye politik dalam menjaring kaum milenial ? Wah lebih parah jika iya.
Gubernur yang rajin dan gesit mengkampanyekan pasangan Capres/Cawapres Jokowi Ma’ruf ini dinilai kebablasan jika sampai ke pojok pojok seperti ini. Baliho Gubernur bersama Capres/Cawapres saja sudah dinilai tak etik dan tak netral bahkan jika diproses serius masuk kategori pelanggaran.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.