Thursday, 18 July 2019

Mengapa Menolak Istilah Kafir?

Mengapa Menolak Istilah Kafir?

Quran Surat Al Kafiruun (hidayatullah)

Oleh: Ali Akbar bin Aqil*

Malang, Swamedium.com — SALAH satu yang menolak kehadiran Ustad Abdul Somad adalah Pariyadi alias Gusyadi, pemimpin Pondok Pesantren Soko Tunggal Abdurrahman Wahid 3 Bali.

Menurutnya, UAS ditolak masuk Bali karena penceramah asal Riau itu selalu menyebut kafir kepada yang tidak seiman.

Kata Kafir bukan kata asing bagi umat Islam. Kita sudah sangat akrab dengan kata yang satu ini. Hampir setiap membaca Al-Quran kata ini terucap, sebab memang tercantum di dalamnya.

Kafir dalam bahasa Arab: ﻛﺎﻓﺮ kafir adalah bentuk Jamak ﻛﻔﺎﺭ / kuffar, yang berasal dari kata kufur (inkar, menolak, menutup dan menyembunyikan sesuatu)., atau menyembunyikan kebaikan yang telah diterima atau mengingkari kebenaran

Imam Ibnu al-Qayyim rahimahullah dalam Zâd al-Ma’âd (3/145) membagi orang kafir terbagi menjadi tiga golongan: Kafir Harbi(yang boleh diperangi, terutama yang memusuhi dan menyerang kaum Muslim), Ahlu al-‘ahd (Kafir yang memiliki perjanjian dengan kaum Muslim), dan Ahlu adz–Dzimmah (Kafir Dzimmi atau yang tidak memusuhi Muslim)

Kafir Harbi menurut Al-Quran adalah orang kafir yang memerangi Allah danRasulullah dengan berbuat makar di atas muka bumi. (QS. Muhammad: 4). Mereka adalah kaum kafir yang boleh diperangi karena menampakkan permusuhan terhadap kaum Muslim.

Sementara orang yang tidak memiliki kekuatan untuk menghalangi atau berperang, seperti wanita, anak-anak, rahib-rahib, orang tua renta, buta dan lumpuh serta sejenisnya, mereka ini tidak boleh dibunuh menurut jumhur ulama, kecuali jika mereka ikut andil dalam peperangan.

Kafir Harbi masih dibagi menjadi dua yaitu yang minta suaka atau perlindungan keamanan (al-musta`min) dan yang memiliki perjanjian damai yang disepakati (al-mu’âhad).

Kafir Mu‘ahad adalah orang kafir yang tinggal di negeri kafir, tapi memiliki pernjajian damai dengan Negara Islam. Mereka berhak mendapatkan pelaksanaan perjanjian dari kita dalam waktu yang sudah disepakati, selama mereka tetap berpegang pada janji mereka tanpa menyalahinya sedikitpun, tidak membantu musuh yang menyerang kita serta tidak mencela agama kita

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)