Minggu, 25 Oktober 2020

Bukan Kafir, Tetapi ‘Warga Negara’

Bukan Kafir, Tetapi ‘Warga Negara’

Oleh: Ismail Fahmi*

Jakarta, Swamedium.com — Bagaimana response warganet terhadap keputusan Munas NU yg menyatakan bahwa Non-Muslim bukan Kafir, tetapi Warga Negara?

Sejak keputusan dibacakan, trend percakapan ttg ‘kafir’ kemaren naik pesat bahkan sempat jadi trending topic.

Dari peta SNA ‘kafir’ terlihat jelas sentimen negatif (merah) dari cluster 02. Cluster 01 tidak banyak membicarakan, dan yg ada cenderung positif (hijau) terhadap keputusan Munas NU ini.

Top influencer tentang ‘kafir’. Kebanyakan dari cluster 02.Tagar #Kafir dan #Katakafir banyak digunakan, bersamaan dengan tagar milik 02. Narasi yang paling banyak diretweet ttg ‘kafir’ sebagian besar dari tokoh dan influencer cluster 02. Seperti @haikal_hassan, @Fahrihamzah, @ustadtengkuzul, @Hilmi28, dll. Dari cluster 01 ada @sahaL_AS dan @ulil.

Interaction rate sangat tinggi sebesar 7.61 interaksi per twit. Percakapan ttg ‘kafir’ sangat natural dan publik banyak menyatakan kesepakatannya atas narasi yg diangkat para influencer.

Narasi yang paling banyak diretweet yg memiliki sentimen negatif terhadap keputusan tsb adalah:

“Gak sekalian ganti surat AlKafirun dg surat AlNonMuslim… Btw, kafir itu menutup diri dari iman kpd Allah SWT dan menolak dari Nabi Muhammad saw… Dan Allah sendiri yg menyebut kata/istilah itu… Alangkah hebat, kini manusia mengintervensi Allah swt…
Ampuni kami Rab” – Haikal Hassan

Di sisi lain, narasi mendukung yang paling banyak diretweet adalah:

“Salah satu keputusan penting dalam Munas NU di Banjar Patroman kali ini adalah: bahwa non-Muslim dlm negara nasional seperti Indonesia, status mereka adalah “muwathin”, warga negara. Istilah “kafir dzimmi” tak tepat dilekatkan pada mereka. Salut pada keputusan ini.” – Ulil

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.