Senin, 26 Oktober 2020

Jual Saham Bir, Anies Dihajar Isu oleh Media Mainstream

Jual Saham Bir, Anies Dihajar Isu oleh Media Mainstream

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menggelar silaturahim bersama dengan para ulama di Balai Kota DKI, Kamis (29/3/2018) malam.

Oleh: Tony Rosyid*

Jakarta, Swamedium.com — Di salah satu media online, ada berita Pemprov DKI nambah saham di PT Delta Djakarta tbk. Perusahaan bir (minuman keras) di Jakarta. Loh… Kok malah nambah? Begitu kira-kira yang ada di otak kita.

Kontraproduktif! Didukung ulama, malah nambah saham bir. Gimana nih gubernur? Isu ini mulai naik dan jadi perbincangan publik. Sejumlah tokoh agama mempertanyakan.

Stop! Jangan buru-buru buat kesimpulan. Cari data yang cukup dulu, lalu silahkan membuat penilaian. Agar gak salah dan tersesat.

Kalau data gak cukup, parsial dan sepotong-sepotong, agak sulit membuat kesimpulan dan penilaian yang tepat. Apalagi data itu hanya dari media. Seringkali jauh dari cukup. Lebih-lebih jika wartawan agak ngantuk saat wawancara. Nah! Yuk, kita cari info.

Dulu saham pemprov DKI di PT Delta Djakarta tbk terbagi menjadi dua: BP IPM & Pemprov DKI sendiri. BP IPM punya saham 2,91%, dan Pemprov DKI jumlah sahamnya 23,34%. Namun semenjak 2013, BP IPM dibubarkan dan kepemilikan saham di PT Delta Djakarta masih belum disatukan.

Sekarang, dua saham itu disatukan. Buat apa? Mau dijual. Jual gelondongan, bukan satuan. Kira-kira totalnya 26,25%. Paham?

Sesuai dengan janji Anies Baswedan dan Sandiaga Uno saat kampanye. Terpilih, saham Pemprov DKI di PT Delta Djakarta tbk akan dijual. Anies-Sandi punya i’tikad dan komitmen kuat menyelesaikan satu-satu janjinya. Loh, untungnya itu besar, kenapa dijual? Tanya Prasetyo, ketua DPRD Jakarta. Cari yang halal dan berkah! Mungkin itu alasan Anies.

Jual saham bir itu harga mati. Kenapa? Pertama, ini terkait komitmen janji politik. Kalau gak komitmen, apa bedanya dengan yang lama? Kedua, ini sesuai dengan keinginan mayoritas rakyat Jakarta. Rakyat yang gak mau ada transaksi dan minuman haram di Jakarta. Karena itu, tak ada alasan bagi Anies untuk tidak menjual saham bir. Soal komentar ketua DPRD Jakarta? Gampang! Ajak ngopi, beres. Ini hanya masalah komunikasi politik saja.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.