Minggu, 25 Oktober 2020

‘Pembawa Pesan’ Resahkan Warga, Penegak Hukum Jangan Diam

‘Pembawa Pesan’ Resahkan Warga, Penegak Hukum Jangan Diam

Oleh: Bastian P. Simanjuntak*

Jakarta, Swamedium com — Baru-baru ini, tepatnya Ahad (24/2) warga Kampung Akuarium, Penjaringan, Jakarta Utara didatangi Relawan ‘Pembawa Pesan’, warga menolaknya karena merasa kecewa dengan pemerintahan Jokowi. ‘Pembawa Pesan’ yang membawa atribut Paslon 01 Jokowi-Maruf itu memaksa warga menerimanya dengan syarat warga menyerahkan identitasnya.

Atribut itu berupa kotak kardus bergambar wajah pasangan calon Presiden dan Wakil Presiden nomor urut 01, yang didalamnya berisi poster wajah Jokowi-Maruf Amin, stiker, kalender, alat tulis, dan buku tulis. Bahkan si ‘Pembawa Pesan’ memaksa bila warga tak mau menerima bingkisan serta tak mau serahkan foto copy Kartu Keluarga dan KTP.

Pemaksaan itu tentu saja mengganggu kenyamanan warga. Belum lagi bila warga diminta menyerahkan identitas diri yang bisa disalah gunakan. Kita ketahui bersama bahwa pendaftaran simcard ponsel menggunakan nomor Kartu Keluarga dan KTP. Dengan demikian bisa saja Kartu Keluarga dan KTP disalah gunakan.

Warga yang menyerahkan fotokopi KTP dan Kartu Keluarganya bisa menjadi tersangka kasus UU ITE tanpa ia ketahui. Sebabnya, karena kartu ponsel terdaftar atas nama warga dan digunakan untuk menyebarkan fitnah atau hoaks. Itu baru salah satu contoh penyalahgunaan fotokopi KTP dan Kartu Keluarga.

Karena saya mengimbau kepada warga yang didatangi ‘Pembawa Pesan’ agar tidak menyerahkan KTP dan Kartu Keluarganya. Selain itu diharapkan kepada warga yang didatangi hendaknya merekam aksi ‘Pembawa Pesan’. Saya berharap pihak penegak hukum untuk tidak diam saja, harusnya dibongkar sindikat ‘Pembawa Pesan’ yang meresahkan warga itu.

Bawaslu dan penegak hukum jangan diam saja atas kejadian ini. Mereka pasti diorganisir sehingga begitu berani memaksa warga bahkan meminta identitas pribadi warga yang berpotensi melanggar hukum. Jangan sampai masyarakat berasumsi pendiaman ini terjadi karena mereka membawa atribut capres yang sekarang berkuasa. Bagaimana menciptakan pemilu jurdil bila hal-hal yang menyangkut capres 01 didiamkan saja.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.