Minggu, 25 Oktober 2020

Persekusi Pengajian Masih Terjadi, Ustadz Felix Siauw ‘Sentil’ Kepolisian

Persekusi Pengajian Masih Terjadi, Ustadz Felix Siauw ‘Sentil’ Kepolisian

Foto: Ustadz Felix Siauw saat menyampaikan tausiyah di Masjid An-Nashru, Cilincing, Jakarta Utara, Sabtu (25/11). (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Dai kondang, Ustadz Felix Siauw mengungkapkan persekusi terhadap pengajian yang diisi olehnya, yang dilakukan pihak kepolisian. Dia mengatakan, banyak panitia kajian yang mengeluhkan hal itu kepada dirinya.

Berikut, isi ungkapan Ustadz Felix yang diunggah lewat akun media sosial, Instagram, Senin (4/3).

Untuk kesekian kalinya, udah nggak keitung lagi, panitia mengeluh ke saya, kajian mereka yang saya rencanakan hadiri, mendapat tekanan dari polisi

Mempersulit acara, prosedur berbelit, ujung-ujungnya acara diminta dibubarkan sebelum kejadian. Dan ini terjadi bukan di satu dua daerah, rata se-Indonesia

Persekusi bukan hanya ormas, polisi sekarang sudah nggak malu-malu. Alasannya, khawatir saya kampanye 02, dan bawa-bawa HTI, klise dan lucu

Padahal saya sudah sampaikan, saya bukan jurkam siapapun, yang saya perjuangkan Islam. Bawa-bawa HTI? Ini pun lebay, kan badan hukumnya sudah dicabut

Apa maunya pak polisi? Diskusi nggak mau, dijelaskan nggak mau dengar. Pak presiden suruh lapor kalau ada persekusi, lha ini pelakunya polisi sendiri

Jangan heran kalau masyarakat selama ini nggak percaya polisi netral, karena memang keliatan banget berpihak. Kayaknya kalau soalan Islam, sensitif banget

Bilang begini juga pasti salah, sebab polisi sudah tidak lagi mau mendengar masyarakat. Pokoknya kalau sekarang beda pilihan sama mereka, itu makar

Saya masih inget banget, dulu kalangan nenek-nenek saya pernah pesen saya, kalangan nenek-nenek saya bukan Muslim ya, bukan anggota HTI pastinya

Mereka pesen sama anak perempuannya, “Besok kalau nikah, jangan sama polisi”. Sekarang saya ngerti dikit banyak arti kata-kata itu

Atau adakah polisi-polisi, yang masih tersisa keadilan pada dirinya, dan keimanan pada hatinya, yang mau membuktikan pada saya kalau ungkapan itu salah?

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.