Minggu, 25 Oktober 2020

Laskar TPS, Serdadu Melawan Kecurangan

Laskar TPS, Serdadu Melawan Kecurangan

Oleh: Tony Rosyid*

Jakarta, Swamedium.com — Pilpres curang! Itulah yang selama ini dikahawatirkan banyak pihak. Ketika aparat berpihak, aparatur negara ikut kampanye, KPU dan Bawaslu berat sebelah, daftar pemilih sarat masalah, maka kecurigaan muncul.

Anda bisa bayangkan, ada 9 juta KTP dengan tanggal lahir yang sama. TKA tak bisa bahasa Indonesia, tapi ada di DPT. Sementara WNI, punya KTP, tapi tak masuk DPT. Ah, itu kasuistik! Tapi banyak kasusnya dan berulang di tempat yang berbeda-beda. Seolah, disini ketahuan dan diprotes, di tempat lain muncul. Polanya selalu seperti itu. Akhirnya, publik duga-duga: siapa pemain di belakangnya?

Ketika semua itu mencoba dikonfirmasi dan diprotes, tak banyak hasilnya. Prosedur normatif tak mempan. Demi menjaga pemilu agar jujur, adil dan aman, serta tidak menimbulkan konflik dan kegaduhan yang tidak diinginkan pasca pemilu, maka lahirnya Laskar TPS. Lahirnya Laskar TPS bertujuan untuk menjaga agar pemilu itu jujur, adil dan aman. Caranya? Mencegah terjadinya kecurangan pra, saat dan pasca pencoblosan.

Tagline Laskar TPS: Pantau, Amankan/Tangkap, Laporkan dan Viralkan. Dari tagline ini bisa dibaca sistem kerjanya.

Laskar TPS yang diinisiasi oleh Adhyaksa Dault, mantan menpora ini punya sistem kerja: memantau pilpres, mengamankan/menangkap oknum yang curang, melaporkannya ke Bawaslu dan aparat, serta menviralkannya di media dan medsos.

Laskar TPS berencana merekrut 10-100 orang untuk menjaga di setiap TPS. Mereka bertugas pertama, memantau seluruh proses tahapan pilpres, baik pra pencoblosan, saat pencoblosan, maupun setelah pencoblosan.

DPT amburadul, money politic, bagi-bagi amplop dan sembako, segala bentuk intimidasi, perusakan atribut paslon adalah bagian dari bentuk kecurangan dan pelanggaran nyata pra pencoblosan. Disinilah peran Laskar TPS membantu tugas Bawaslu dan aparat.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.