Sabtu, 17 Oktober 2020

Mafia Hukum, Tema yang Hilang dalam Debat Pilpres

Mafia Hukum, Tema yang Hilang dalam Debat Pilpres

Ilustrasi (porosgarut.com)

Oleh Gufroni SH.,MH*

Jakarta, Swamedium.com — Bahwa penegakan hukum utamanya soal mafia hukum yang masih menggurita ternyata belum menjadi perhatian serius bagi masing-masing Capres dalam Pemilu. Isu mafia hukum tidak menarik di bahas dalam perdebatan di dunia politik menjelang 17 April 2019.

Pun demikian dalam hiruk pikuk dunia media sosial pun isu ini tidak menjadi perhatian serius bagi masyarakat Indonesia. Padahal semua bidang atau isu yang terjadi di Indonesia tidak bisa dilepaskan dari isu penegakan hukum dimana secara kasat mata praktik mafia hukum masih marak terjadi dan memberi dampak yang merusak dalam isu lainnya seperti ekonomi, lingkungan, politik, dan lain sebagainya.

Untuk itulah penting untuk disampaikan ke publik, bahwa dunia peradilan kita pun masih belum bebas dari mafia hukum yang sudah telanjur menggurita tersebut. Perlu dicarikan terobosan dan upaya untuk menjadikan dunia peradilan bersih dari mafia hukum sehingga para pencari keadilan mendapat keadilan yang sebagaimana mestinya. Kita berharap tidak ada lagi praktik jual beli kasus, pungutan liar dan praktik suap yang selama ini menghinggapi dunia peradilan kita.

Dalam catatan Pemberantasan korupsi, sudah berapa banyak hakim yang terjerat korupsi. Data KPK tahun 2004 sd Mei 2018 ada 18 hakim yang ditetapkan tersangka mulai hakim konstitusi, hakim tinggi hingga hakim pengadilan negeri. ICW mencatat ada 28 hakim dan aparat pengadilan terjerat korupsi berdasar pemantauan korupsi pada Maret 2002 hingga November 2018.

Selain korupsi, ada juga hakim yang terbukti melakukan tindak asusila. Mulai dari perselingkuhan antar hakim atau dengan pegawai pengadilan, menjadi perebut bini orang (Pebinor), melakukan hubungan layaknya suami istri dengan hakim lain bahkan ada yang dipecat lantaran ketahuan mengintip celana dalam bawahannya.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.