Sabtu, 24 Oktober 2020

Sosok Seorang Kawan, Andi Arief

Sosok Seorang Kawan, Andi Arief

Foto: Andi Arief. (ist)

Oleh: Nezar Patria*

Jakarta, Swamedium.com — Saya tahu ini catatan yang percuma: Andi Arief ditangkap polisi dengan tuduhan memakai sabu, dan apapun komentar saya tentang sisi lain AA mungkin akan dilihatf sebagai sebuah pembelaan. Tapi saya duga dia tak minta dibela. Saya percaya dia akan berani menghadapi risiko terburuk atas apa yang dilakukannya.

Saya ingin mengatakan agar kita bersikap lebih adil kepada seseorang yang sedang tersudut. Foto-foto penangkapannya menyebar dan viral di WA. Saya tak tega melihatnya. Tentu itu ada sebabnya mengapa gambar itu menjadi viral. AA adalah “penyerang utama” di kubu Prabowo. Berulangkali dia menembakkan isu yang bikin gempar. Dari soal kardus mahar sampai kontainer kotak suara. Dia dicaci dan juga dipuji. Para pembencinya menyebutkan dia “pemabuk penyebar hoaks”. Para pemujanya mengatakan dia “pengkritik pedas kekuasaan”. Tergantung di mana mereka berdiri, dan siapa yang mereka dukung.

Saya kira AA mungkin tak butuh label itu semua. Seorang kawan mengatakan dia punya urat politik yang kuat, dan akan bekerja sesuai misi politik yang diamanatkan kepadanya. Kalau saja kemarin Demokrat jadi merapat ke kubu Jokowi, maka dia akan berada di depan menjadi “kapal perusak” yang menyerang Prabowo. Dia akan menjadi sama bisingnya, seperti peluru yang pernah dia tembakkan ke kubu itu dengan “jenderal kardus”. Bagi AA, bermain politik sama halnya dengan pertandingan sofbol, olahraga kegemarannya.

Saya mengenalnya cukup lama, sejak kami menjadi mahasiswa di UGM dan bersama menggerakkan jaringan mahasiswa pro demokrasi di berbagai kota pada awal 1990an dan bersama masuk daftar aktivis gerakan mahasiswa yang diculik Tim Mawar pada 1998. Karena itu, meskipun kami berbeda pilihan, ikatan perkawanan masihlah cukup baik. Kami bersitegang dan mungkin akan tak bertegur sapa untuk beberapa saat karena berbeda jalan. Tapi segelas kopi dan kenangan yang sulit dipadamkan kadang menganyam apa yang koyak itu.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.