Tuesday, 23 April 2019

Hantu Prabowo Makin Menakutkan Rezim

Hantu Prabowo Makin Menakutkan Rezim

Ilustrasi. (hersubenoarief.com)

Oleh: Hersubeno Arief

Jakarta, Swamedium.com — Penyambutan Prabowo sangat berbeda dengan Jokowi. Dalam berbagai kegiatannya Jokowi sampai harus mengerahkan aparatur pemerintahan untuk hadir. Hal itu untuk menghindari terulangnya kembali bangku-bangku kosong dalam kegiatannya.

Capres Prabowo Subianto sudah berubah menjadi hantu. Dia menjadi “mahluk” yang menakutkan bagi lawan politiknya. Berbagai cara dilakukan untuk menghambat lajunya. Modusnya bermacam-macam. Mulai dari pembunuhan karakter, sampai menghalang-halangi berbagai kegiatannya.

Pelakunya mulai dari tim di lapangan diduga melibatkan oknum aparat keamanan, Tim Kampanye Nasional (TKN), sampai Jokowi sendiri. Kasus terbaru adalah adanya indikasi “sabotase” rencana Pidato Kebangsaan Prabowo di Bandung, Jabar.

Hari Kamis (7/3) Prabowo rencananya akan menggelar pidato kebangsaan. Namun karena bertepatan dengan libur nasional Hari Raya Nyepi, acara diundur Jumat (8/3). Semula acara tersebut akan digelar di gedung Sabuga ITB, namun panitia diberi tahu bahwa gedung tidak bisa digunakan karena tengah direnovasi.

Mereka kemudian menghubungi pengelola Gedung Olahraga (GOR) Arcamanik. Setelah mendapat informasi gedung bisa digunakan, panitia segera memesannya. Namun betapa terkejutnya mereka, ketika keesokan harinya melakukan pembayaran, pengelola gedung membatalkannya. Alasannya gedung tidak bisa digunakan untuk kegiatan politik.

Di medsos berkembang isu pembatalan penggunaaan GOR Arcamanik, karena adanya campur tangan Gubernur Jabar Ridwan Kamil. GOR Arcamanik adalah aset dari Pemprov Jabar. Namun isu ini belum terkonfirmasi.

Akhirnya kegiatan dipindahkan ke kampus Universitas Kebangsaan Republik Indonesia (UKRI) dengan format studium generale. UKRI yang terletak di kawasan Lengkong, Bandung adalah universitas yang didirikan Prabowo.

Pengalaman serupa juga terjadi ketika Prabowo menggelar Pidato Kebangsaan di Yogya Rabu (27/2). Acara yang diprakarsai oleh sejumlah purnawirawan TNI yang tergabung dalam wadah Purnawirawan Pejuang Indonesia Raya (PPIR) semula akan digelar di Jogyakarta Expo Center (JEC).

Panitia sudah mendapat kepastian Hall A JEC bisa digunakan. Tanggal 19 Februari, panitia melakukan rapat teknis dipimpin oleh mantan Gubernur Jateng Letjen TNI (Purn) Bibit Waluyo. Namun pada tanggal 20 Februari manajemen membatalkan dengan alasan mendapat tekanan dari berbagai pihak.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)