Senin, 26 Oktober 2020

Jika DPRD ‘Ngotot’, Gelombang Besar Penolakan Saham Bir Bakal Terjadi

Jika DPRD ‘Ngotot’, Gelombang Besar Penolakan Saham Bir Bakal Terjadi

Foto: Senator Jakarta Fahira Idris. (ist)

Jakarta, Swamedium.com — Sepertinya, proses pelepasan atau penjualan saham milik Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) yang tinggal selangkah lagi, terhalang restu DPRD DKI Jakarta.

Walau tidak mewakili seluruh Anggota DPRD, tetapi pernyataan Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edy Marsudi yang mengisyaratkan tidak menyetujui Pemprov DKI Jakarta melepas saham bir akan mengganjal aspirasi sebagian besar warga Jakarta yang ingin Pemprov Jakarta mengakhiri kepemilikan saham di salah satu produsen bir yang sudah berumur puluhan tahun itu.

Anggota DPD RI atau Senator DKI Jakarta Fahira Idris mengungkapkan, keputusan menjual saham bir ini bukan kehendak seorang Anies Baswedan saja, tetapi kehendak sebagian besar warga DKI Jakarta yang disuarakan saat kampanye Pilkada DKI Jakarta 2017.

Jadi, jika aspirasi dan kehendak warga ini dihalang-halangi justru oleh sebuah lembaga yang harusnya merealisasikan aspirasi rakyat, maka tinggal menunggu waktu saja terjadi gelombang besar penolakan saham bir.

“Kalau DPRD ngotot, saya khawatir bakal ada gelombang besar warga menolak saham bir. Saya tidak bermaksud memperkeruh suasana, tetapi sebagai senator, saya hanya menyampaikan geliat yang saat ini terjadi di tengah masyarakat terkait saham bir ini. Isu penolakan DPRD melepas saham bir ini sudah menjadi isu hangat dan percakapan warga. Mereka memantau isu ini. Saya harap, anggota DPRD bisa lebih bijak menyikapi aspirasi warga yang tidak ingin pemdanya punya saham di pabrik bir,” tukas Fahira Idris yang juga Ketua Umum Gerakan Nasional Antimiras ini, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/3).

Menurut Fahira, janji kampanye Anies-Sandi menjual kepemilikan saham Pemprov DKI di perusahan produsen bir, bukan untuk gagah-gagahan, tetapi murni hasil menyerap aspirasi dan keinginan warga Jakarta selama kampanye.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.