Minggu, 25 Oktober 2020

Hasil Sering Meleset, Masih Percaya Lembaga Survei?

Hasil Sering Meleset, Masih Percaya Lembaga Survei?

Foto: Peneliti senior Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA. (ist)

Oleh: Tri Wibowo Santoso*

Jakarta, Swamedium.com – MENTERI Penerangan dan Propaganda Nazi, Paul Joseph Goebbels, pernah berkata “Kebohongan yang dikampanyekan secara terus-menerus dan sistematis akan berubah menjadi (seolah-olah) kenyataan! Sedangkan kebohongan sempurna, adalah kebenaran yang dipelintir sedikit saja.”

Kemudian, jika kita korelasikan teori Goebbels dengan hasil survei dari beberapa lembaga yang menyatakan capres nomor urut 01, Joko Widodo (Jokowi) menang telak atas capres nomor urut 02, Prabowo Subianto apakah ada relevansinya? Ya, mungkin saja bisa.

Hasil survei teranyar LSI Denny JA menunjukkan elektabilitas pasangan Joko Widodo (Jokowi) – Ma’ruf memperoleh suara sebesar 58,7 persen. Sementara, pasangan Prabowo Subianto – Sandiaga Uno sebanyak 30,9 persen. Pemilih yang menyatakan belum memutuskan pilihan sebanyak 9,9 persen.

Lembaga survei sejatinya adalah instrumen penting untuk mengukur kekuatan elektabilitas seseorang atau pun partai. Tapi, yang menjadi persoalan sekarang ini hasilnya banyak yang meleset. Kemudian muncul pertanyaan, apakah hasil survei pra-pemilihan adalah rekayasa dari lembaga survei untuk menggiring opini publik ?

Masih belum pudar dalam ingatan kita saat Pilkada DKI Jakarta. Kala itu, hampir semua lembaga survei ternama memprediksi Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat bakal menang. Adalah Charta Politica yang sempat menyebut bahwa pada putaran kedua elektabilitas pasangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Syaiful Hidayat di atas Anies Baswedan-Sandiaga Salahuddin Uno dengan angka 47,3 persen berbanding 44,8 persen.

Ndilalah, Lingkaran Survei Indonesia (LSI) pimpinan Denny JA lebih parah lagi prediksinya. Medio Januari 2017 mencatat, lembaga itu justru mempublish hasil survei yang menyebut pasangan Agus Harimurti Yudhoyono-Sylviana Murni, memiliki elektabilitas tertinggi diantara dua paslon lainnya, yakni, 36,7 persen. Kemudian, pasangan cagub-cawagub nomor dua, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok)-Djarot Saiful Hidayat, dipilih oleh 32,6 persen responden. Sementara pasangan nomor tiga Anies Baswedan-Sandiaga Uno memiliki elektabilitas 21,4 persen.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.