Friday, 20 September 2019

Persekusi Jelang Akhir Masa Kampanye, Skenario Apalagi?

Persekusi Jelang Akhir Masa Kampanye, Skenario Apalagi?

Foto: Tony Rosyid. (dok. pribadi)

Oleh: Tony Rosyid*

Jakarta, Swamedium.com — Persekusi! Kalimat ini mendadak populer sejak gaung #2019GantiPresiden muncul. Mereka yang kontra penguasa diidentifikasi, lalu dipersekusi. Ada Ustaz Abdussomad, Bachtiar Nasir, Tengku Zulkarnain, Neno Warisman, Mardani Ali Sera, Rocky Gerung, dan sejumlah nama lainnya. Mereka masuk list dan daftar orang-orang yang harus dipersekusi. Dianggap berbahaya bagi suara petahana. Tentu tidak di semua tempat.

Sempat berhenti beberapa bulan. Persekusi sepi sejak capres-cawapres ditetapkan. Sekarang kumat lagi. Korbannya orang-orang itu. Pelakunya punya latar belakang yang tak jauh beda dengan kelompok-kelompok sebelumnya. Polanya mirip. Orang duga: sutradaranya sama.

Neno rabu lalu (6/3) menghadapi persekusi. Dicegat di bandara Lombok oleh sejumlah orang tak dikenal. Tapi, persekusi gagal. Karena dihalau oleh masyarakat setempat. Mirip kasus Neno saat dipersekusi di Pekan Baru, Riau.

Di hari yang sama, Rocky Gerung diancam oleh sejumlah orang. Datang ke panitia penyelenggara dan siap perang jika Rocky Gerung dipaksakan datang untuk ngisi acara seminar di Universitas Muhammadiyah Jember Jawa Timur. Si pengancam sudah kirim surat ke Polres, Banser dan MUI Jember. Tak diketahui, itu surat pemberitahuan atau ijin. Ijin apa juga tak diketahui. Semoga bukan ijin untuk perang. Kok ke Banser juga? Apakah gak salah alamat? Terserah anda berimajinasi.

“Karena situasi tak kondusif, mengancam keamanan dan rawan konflik sosial, maka aparat kemudian melarang Rocky Gerung.” Biasanya begitu nanti endingnya. Ah, itu sih lagu lama. Yang melanggar siapa, yang dilarang siapa. Kebolak-balik.

Viral di medsos bahwa pelaku yang ancam perang adalah oknum kader partai pendukung petahana. Posisinya sekarang sedang nyaleg. Tetap masih harus diklarifikasi, benar tidak “si penabuh genderang perang” itu oknum partai. Kalau bener, ya gak perlu kaget.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)