Wednesday, 24 April 2019

Air Mata Para Kiai NU Tumpah di Halaqah Komite Khittah 1926

Air Mata Para Kiai NU Tumpah di Halaqah Komite Khittah 1926

Bandung, Swamedium.com — Prof Dr Ahmad Zahro, moderator halaqah ke-6 Komite Khitthah (KK) 26 NU yang berlangsung di PP Al-Qutub, Cipadung, Cibiru, Bandung, Rabu (6/3/2019), menyebut ini adalah halaqah paling ‘hidup’.

Bukan karena dihadiri banyak kiai, habaib dan akademisi dari berbagai daerah (seperti Kalimantan, Sulawesi, Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, dll), tetapi halaqah ke-6 kali ini berhasil menginventarisasi masalah yang melilit NU secara komplet.

“Ini halaqah paling ‘hidup’. Kita tinggal merumuskan bagaimana cara menyelamatkan NU secepatnya dari tangan para politisi maupun kaum liberal yang merusak NU dari dalam. Silakan hadir dalam pertemuan tertutup Kamis 14 Maret, di PP Tebuireng. Kita bisa bicara sak katoke (sepuas-puasnya red.),” demikian Prof Dr Ahmad Zahro.

Halaqah ke-6 ini ditunggui tuan rumah, Prof Dr H Juhaya, S Praja, MA, pengasuh PP Al-Qutub dan KH Salahuddin Wahid (Gus Solah) Ketua KK 26 NU. Dihadiri juga Kapolsek Cibiru, Ajun Komisaris Polisi (AKP) Jayasman (sampai selesai). Sebelumnya dijelaskan oleh Prof Juhaya, bahwa acara ini juga ‘ditilisik’ wartawan. Kendati demikian, peserta halaqah tetap leluasa menyampaikan unek-uneknya.

Air Mata pun Tumpah

Habib Abdullah bin Ali Al Hadad dari Jakarta menyampaikan, bahwa, NU harus segera diselamatkan dari tangan para politisi. Hari ini, katanya, NU sudah dirusak oleh pengurusnya sendiri. Ini membuat semakin banyak orang membenci NU.

“Saya teringat kekhawatiran Al Habib Salim bin Djindan tahun 1965-an. Apa masih ada NU ke depan? Sekarang ini NU hanya besar di suaranya, orangnya gak ada. Kemana NU sekarang?” jelasnya sambil mengisahkan betapa PBNU hari ini sulit menggerakkan warganya.

Menurut Habib Abdullah, semua ini karena perbuatan pemimpin NU yang keluar dari relnya. NU sekarang sudah tidak seperti Kereta Api yang jelas rutenya, melainkan seperti taksi yang mudah dipesan (orang) sesuai kepentingan.

Pages: 1 2 3 4 5

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)