Minggu, 25 Oktober 2020

Jual Saham Bir, Wakil Rakyat vs Rakyat

Jual Saham Bir, Wakil Rakyat vs Rakyat

Foto: Tony Rosyid. (dok. pribadi)

Oleh: Tony Rosyid*

Jakarta, Swamedium.com — Jual saham bir! Bagi Anies Baswedan, gubernur DKI, itu harga mati. Harus ditunaikan karena menyangkut kontrak politik dengan masyarakat Jakarta. Mereka pilih Anies, sebab Anies setuju untuk jual saham bir di PT. Delta Djakarta tbk. Sebagai janji politik, harus ditunaikan. Sebagai gubernur, ini aspirasi rakyat yang harus dieksekusi. Gubernur dipilih oleh rakyat, dan sudah seharusnya membuat keputusan atas aspirasi dan untuk kepentingan rakyat.

Anies sudah tunaikan janjinya? Dalam proses. Tepatnya, ada kendala. Ketua DPRD DKI gak setuju. Serius? Nampaknya begitu. Beda pendapat soal ini, ternyata tak bisa diselesaikan sambil ngopi. Komunikasi politik buntu. Artinya, Prasetyo, ketua DPRD DKI ini serius menghadang kebijakan Anies untuk jual 26,25 saham Pemprov DKI di perusahan bir itu. Anies menyerah? Tidak! Haram hukumnya untuk menyerah. Tutup reklamasi dan hadapi Salim Group untuk stop swastanisasi air saja bernai, apalagi cuma urusan saham bir.

Alasan Prasetyo tak setuju? Menyangkut keuntungan. Pertahun bisa 50 milyar kok dijual? Begitu pertimbangan Prasetyo. Itu argumen normatifnya. Alasan lainnya? Hanya Prasetyo yang tahu. Adakah alasan di balik alasan? Adakah argumen di balik argumen? Yang tak diketahui publik kadang lebih substansial dari yang terpublish. Disinilah perlunya dialog.

Prasetyo sendirian? Kabarnya, dia didukung oleh anggota DPRD dari partainya. Juga dari Partai Nasdem. Nampaknya ada konsolidasi kekuatan di DPRD DKI untuk menghadang Anies jual saham bir.

Memang, keuntungan saham Pemprov DKI di PT. Delta Djakarta tbk ini lumayan. Tentu jika dibandingkan kalau uang itu disimpan di brangkas, atau didepositokan di bank. Riba! Kata Prasetyo. Religius sekali ketua DPRD kita ini. Benarkah?

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.