Minggu, 25 Oktober 2020

Robohnya Boneka

Robohnya Boneka

Foto: Ilustrasi. (ist)

Oleh: Sri Widodo Soetardjowijono*

Jakarta, Swamedium.com – Awalnya hanya riak. Riak itu kini telah berubah menjadi ombak lalu membesar menjadi gelombang. Ya gelombang ketidakpercayaan terhadap Capres Jokowi makin dahsyat yang kelak akan berakhir pada tsunami.

Lihat saja acara deklarasi yang selalu sepi dari pengunjung, padahal fasilitas sudah dipenuhi. Bangku kosong dan panggung yang senyap menjadi pemandangan yang biasa bagi kampanye Capres nomor urut 01 itu.

Relawan pun menderita hal serupa, bahkan ada yang mau bunuh diri lantaran massa yang hadir tak sesuai harapan.

Tak ketinggalan tim penjelajah dari kampung ke kampung mengalami nasib apes.

Di Medan, Sumut misalnya, bingkisan dari Jokowi yang sudah dikemas rapi, langsung ditolak warga. Apalagi sikap relawan yang tak terpuji membuat masyarakat makin antipati.

Di Jatipadang, Jakarta Selatan ada relawan Jokowi bagi- bagi bingkisan, langsung ditolak oleh warga begitu tahu ada gambar Koma (Joko Ma’ruf).

Di Bojonggede Bogor lain lagi, relawan Koma tak berhasil masuk kompleks perumahan, karena di pintu gerbang sudah diberitahu warga bahwa warga kompleks 99 persen sudah memutuskan pilih Prabowo Sandi.

Di belahan wilayah lain, kampanye door to door yang menjadi andalan Koma hanya menyisakan permusuhan, karena warga tak berkenan dengan caranya yang kurang adab. Ada pula sesama pengabdi Jokowi jambak jambakan karena amplop berkurang Rp5000.

Di Padalarang, Jawa Barat relawan Koma langsung diusir karena membagikan selebaran sambil minta foto copy KTP.

Sementara di sisi lain Kyai Ma’ruf Amin yang diharapkan bisa menambah elektabilitas, justru sebaliknya, performance-nya mengecewakan. Apalagi pernyataan di media massa sering blunder, makin merusak elektabilitas Jokowi. Bahkan, kehadirannya di tengah masyarakat tidak disambut sebagaimana layaknya ulama. Berbeda dengan saat dia belum nyawapres.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.