Minggu, 18 Oktober 2020

Masa Depan PDIP Pasca Kekalahan Joko Widodo

Masa Depan PDIP Pasca Kekalahan Joko Widodo

Foto: Presiden Joko Widodo bersama Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri dan jajaran pengurus serta kader PDIP.

Oleh: Nasrudin Joha

Jakarta, Swamedium.com — PDIP termasuk partai dengan tingkat manuver politik paling payah. Terbukti, pada pemilu 2014 meskipun suara PDIP tertinggi, namun porsi jabatan ketua DPR – RI ternyata keok direbut Golkar.

Golkar dibawah ichal, untuk pertama kali cukup lama mengambil posisi oposisi pasca kekalahan Prabowo – Hatta melawan Jokowi – JK. Dengan mengajak PKS, PAN dan GERINDRA, Golkar mampu ‘menculik’ posisi jabatan ketua DPR RI dengan manuver mengubah ketentuan pemilihan pimpinan DPR RI melalui perubahan UU MD3.

Paket pimpinan DPR – RI yang diusung Golkar, tidak terbendung. PDIP hanya mampu ‘ngamuk’ dan walk out, menangis meraung raung melihat posisi jabatan ketua DPR RI luput dari tangannya.

Praktis, meski PDIP menguasai eksekutif dalam beberapa keadaan PDIP dibuat pusing juga oleh manuver Golkar. PDIP mencoba ‘menggoyang’ Golkar yang kala itu berseteru antara kubu Agung Laksono dan Aburizal Bakrie.

Golkar termasuk partai yang cepat sadar dikerjai, dan segera mengambil opsi merapat untuk mengamankan posisi. Bahkan, merapatnya Golkar juga berbuah manis. Dua jabatan menteri menjadi kapling Golkar, setelah sebelumnya berseteru dengan PDIP sebagai oposisi.

PPP dan hanura, adalah dua partai korban Devide At Impera PDIP, melalui otoritas kemenkumham. PDIP, bisa mengontrol kubu mana yang akan diakomodir dengan menerbitkan SK pengurus partai yang sah. Bagi partai, tanpa SK kemenkumham berarti tidak eksis, tidak bisa ikut pemilu, tidak bisa ikut berebut jatah kekuasaan.

Demikianlah, apa yang terjadi pada PPP dan hanura. Keadaan ini, oleh rezim PDIP juga diterapkan pada kasus HTI. HTI dicabut BHP nya dengan harapan akan mati. Nyatanya ? HTI tidak terlibat perebutan kekuasaan, HTI hanya ingin berdakwah sehingga dengan atau tanpa di BHP tidak menghalangi bagi HTI untuk terus berdakwah.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.