Rabu, 12 Mei 2021

Angkat Lagi Isu Basi, Manuver Agum Tanda Petahana Makin Panik

Angkat Lagi Isu Basi, Manuver Agum Tanda Petahana Makin Panik

Agum Gumelar.

Jakarta, Swamedium.com — Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso menyindir Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar yang mempertanyakan dukungan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Banner Iklan Swamedium

Priyo pun menyayangkan sikap Agum yang menurut dia justru tak memberi suri tauladan dalam proses demokrasi lima tahunan ini dan malah mengungkit hal-hal yang dia sebut basi.

“Sayang, justru para senior yang mestinya beliau-beliau ini bisa memberikan suri tauladan yang baik bagaimana membangun adab demokrasi yang sehat. Saya prihatin terhadap situasi ini,” kata Priyo melalui pesan singkat, Senin (11/3) kemarin

Tak hanya itu, Priyo juga mengatakan Agum mestinya tak berhak mempertanyakan sikap politik SBY di Pilpres 2019 ini yang telah memutuskan untuk mendukung Prabowo. SBY kata dia, memiliki hak penuh dalam menentukan partainya, Demokrat dan dirinya mau berlabuh ke capres cawapres manapun.

“Adalah hak sepenuhnya Pak SBY yang memutuskan partai Demokrat mendukung Prabowo-Sandi,” kata dia.

Politikus Partai Berkarya ini juga menuding pernyataan yang dilontarkan Agum adalah manuver politik musiman. Motifnya pun menurut dia sangat jelas dilakukan untuk merusak citra Prabowo.

“Ini manuver politik musiman yang keluar lima tahun sekali jelang Pilpres. Motifnya jelas untuk mendegradasi pamor Pak Prabowo. Kita semua sudah jenuh. Publik juga sudah merasa jenuh disuguhi berbagai manuver seperti ini,” kata dia.

Senada dengan Priyo, Juru Bicara BPN Suhendra Ratu Prawiranegara juga meminta agar Agum dan ‘bapak-bapak’ lain tetap memberi suri tauladan dalam berdemokrasi.

“Semestinya para pihak, para bapak-bapak kita yang sudah berbakti kepada negara tetap memberikan teladan kepada generasi penerus anak bangsa. Agar tidak memberikan contoh yang tidak baik seperti yamg dilakukan Pak Agum ini,” kata Suhendra.

Lagi pula kata dia, peristiwa penandatanganan surat pemecatan Prabowo yang kembali diangkat oleh Agum itu sudah selesai sejak lama. Bahkan kasus itu pun sudah selesai secara hukum administrasi dan hukum militer.

“Kenapa mesti diulang-ulang terus peristiwa ini? Keppres Nomor 62/ABRI/1998, itu adalah jawabannya. Bahwa persoalannya sudah selesai. Pembentukan DKP juga harus mengacu kepada Surat Keputusan Panglima TNI Nomor 838 Tahun 1995,” kata dia.

“Persoalan ini jika diangkat terus akan tidak baik bagi pendidikan politik anak bangsa, generasi penerus bangsa,” kata dia.

Sebaliknya, Suhendra juga menuding sikap Agum ini adalah bukti kepanikan kubu 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang elektabilitasnya telah disalip Prabowo-Sandi, maka kembali mengangkat-ngangkat isu lama untuk merusak citra Prabowo.

“Ini sepertinya indikator kepanikan pihak petahana Jokowi-Ma’ruf yang mulai disalib elektabilitasnya oleh Prabowo-Sandi. Karena rakyat sudah mendukung Prabowo Sandi,” kata dia.

LOGO
CNN Indonesia
Find it on Play Store GETX
logo
Nasional
MASUK DAFTAR
Home
Kanal
Nasional
Teknologi
Internasional
Hiburan
Ekonomi
Gaya Hidup
Olahraga
Lainnya
Infografis
Fokus
Foto
Kolom
Video
CNN TV
Aku & Jakarta
Indeks
Download Apps
Ikuti Kami

Home Nasional Internasional Ekonomi Olahraga Teknologi Hiburan Gaya Hidup Infografis Foto Video Fokus Kolom Terpopuler Indeks
Home Nasional Berita Politik
BPN: Manuver Politik Musiman Agum Gumelar Tanda Jokowi Panik
CNN Indonesia
Senin, 11/03/2019 18:19
Bagikan :
BPN: Manuver Politik Musiman Agum Gumelar Tanda Jokowi Panik
BPN menyindir Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar yang mempertanyakan dukungan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (CNNIndonesia/M. Arby Rahmat)
Jakarta, CNN Indonesia — Wakil Ketua Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Priyo Budi Santoso menyindir Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar yang mempertanyakan dukungan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) kepada capres nomor urut 02, Prabowo Subianto.

Priyo pun menyayangkan sikap Agum yang menurut dia justru tak memberi suri tauladan dalam proses demokrasi lima tahunan ini dan malah mengungkit hal-hal yang dia sebut basi.

“Sayang, justru para senior yang mestinya beliau-beliau ini bisa memberikan suri tauladan yang baik bagaimana membangun adab demokrasi yang sehat. Saya prihatin terhadap situasi ini,” kata Priyo kepada CNNIndonesia.com melalui pesan singkat, Senin (11/3).

Tak hanya itu, Priyo juga mengatakan Agum mestinya tak berhak mempertanyakan sikap politik SBY di Pilpres 2019 ini yang telah memutuskan untuk mendukung Prabowo. SBY kata dia, memiliki hak penuh dalam menentukan partainya, Demokrat dan dirinya mau berlabuh ke capres cawapres manapun.

“Adalah hak sepenuhnya Pak SBY yang memutuskan partai Demokrat mendukung Prabowo-Sandi,” kata dia.

Lihat juga: Demokrat Respons Agum Gumelar: Dukungan SBY ke Prabowo Halal

Politikus Partai Berkarya ini juga menuding pernyataan yang dilontarkan Agum adalah manuver politik musiman. Motifnya pun menurut dia sangat jelas dilakukan untuk merusak citra Prabowo.

“Ini manuver politik musiman yang keluar lima tahun sekali jelang Pilpres. Motifnya jelas untuk mendegradasi pamor Pak Prabowo. Kita semua sudah jenuh. Publik juga sudah merasa jenuh disuguhi berbagai manuver seperti ini,” kata dia.

Wakil Ketua BPN Prabowo-Sandi, Priyo mengkritik tudingan Agum Gumelar soal SBY dukung Prabowo. (CNN Indonesia/Bimo Wiwoho)

Senada dengan Priyo, Juru Bicara BPN Suhendra Ratu Prawiranegara juga meminta agar Agum dan ‘bapak-bapak’ lain tetap memberi suri tauladan dalam berdemokrasi.

“Semestinya para pihak, para bapak-bapak kita yang sudah berbakti kepada negara tetap memberikan teladan kepada generasi penerus anak bangsa. Agar tidak memberikan contoh yang tidak baik seperti yamg dilakukan Pak Agum ini,” kata Suhendra.

Lagi pula kata dia, peristiwa penandatanganan surat pemecatan Prabowo yang kembali diangkat oleh Agum itu sudah selesai sejak lama. Bahkan kasus itu pun sudah selesai secara hukum administrasi dan hukum militer.

“Kenapa mesti diulang-ulang terus peristiwa ini? Keppres Nomor 62/ABRI/1998, itu adalah jawabannya. Bahwa persoalannya sudah selesai. Pembentukan DKP juga harus mengacu kepada Surat Keputusan Panglima TNI Nomor 838 Tahun 1995,” kata dia.

“Persoalan ini jika diangkat terus akan tidak baik bagi pendidikan politik anak bangsa, generasi penerus bangsa,” kata dia.

Lihat juga: Cerita Agum Gumelar soal SBY ikut Teken Pemecatan Prabowo

Sebaliknya, Suhendra juga menuding sikap Agum ini adalah bukti kepanikan kubu 01 Joko Widodo-Ma’ruf Amin yang elektabilitasnya telah disalip Prabowo-Sandi, maka kembali mengangkat-ngangkat isu lama untuk merusak citra Prabowo.

“Ini sepertinya indikator kepanikan pihak petahana Jokowi-Ma’ruf yang mulai disalib elektabilitasnya oleh Prabowo-Sandi. Karena rakyat sudah mendukung Prabowo Sandi” kata dia.

Sebelumnya, Anggota Dewan Pertimbangan Presiden Agum Gumelar mempertanyakan sikap politik koleganya, Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono yang mendukung Prabowo Subianto di Pilpres 2019. Hal itu terungkap dalam sebuah diskusi yang direkam dan diunggah oleh Ulin Ni’am Yusron di akun Facebooknya, Senin (11/3).

Lihat juga: Agum Gumelar Klaim Tahu Detail Seputar Penculikan Aktivis ’98

Dalam rekaman diskusi tersebut Agum mengkritik dukungan SBY kepada Prabowo. Pasalnya, kata Agum, SBY termasuk salah satu dari tujuh anggota DKP yang ikut menandatangani surat rekomendasi berisi pemecatan terhadap Prabowo.

“Tanda tangan semua. Soebagyo HS tanda tangan. Agum Gumelar tanda tangan, SBY tanda tangan. Yang walaupun sekarang ini saya jadi heran, ini yang tanda tangan rekomendasi kok malah sekarang mendukung. Tak punya prinsip itu orang,” kata Agum dalam sebuah diskusi yang diunggah Ulin Yusron.

Sumber: CNNIndonesia

Banner Iklan Swamedium

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Fakta Berita