Minggu, 25 Oktober 2020

Bebasnya Siti Aisyah: ‘Ngibul’ Itu Ternyata Penyakit Menular

Bebasnya Siti Aisyah: ‘Ngibul’ Itu Ternyata Penyakit Menular

Presiden RI Joko Widodo dan Menkumham Yasonna Laily

Oleh: Nasruddin Djoha*

Jakarta, Swamedium.com — Badan Kesehatan Dunia WHO dan Departemen Kesehatan perlu menerapkan status baru: Ngibul itu merupakan penyakit menular yang sangat berbahaya. Khusus menjelang pilpres, statusnya harus ditingkatkan menjadi kejadian luar biasa (KLB).

Pengakuan PM Malaysia Mahathir Mohammad bisa menjadi dasar penetapan penyakit ngibul menjadi KLB. Masyarakat, terutama politisi dan capres harus benar-benar waspada. Bayangkan saking seriusnya penyakit ngibul sampai membuat pemimpin senior negeri jiran itu harus membuat jumpa pers.

Mahathir membantah pernah dilobi Pemerintah Indonesia untuk membebaskan Siti Aisyah, WNI yang dituduh membunuh Kim Jong-nam, saudara tiri Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un.

“Saya tak dapat maklumat (saya tidak tahu ada lobi),” kata Mahathir dalam konferensi pers di Parlemen Malaysia, Selasa (12/3).

Pembebasan Siti Aisyah, kata Mahathir adalah keputusan yang diambil pengadilan. Proses pencabutan tuntutan sudah sesuai aturan.

“Ini keputusan yang diambil pengadilan. Dibicarakan dan tuntutan itu ditarik kembali. Jadi suatu proses yang mengikuti undang-undang. Ada hak bagi jaksa menarik kembali tuntutan, itu lah yang dilakukan,” tegasnya.

Mahathir menyatakan hal itu menanggapi pernyataan Menkumham Jasonna Laoly bahwa bebasnya Siti Aisyah berkat lobi-lobi yang dia lakukan kepada pemerintah Malaysia termasuk Mahathir.

“Saya sudah bertemu PM Mahatir ketemu Jaksa Agung. Dalam surat kami kami minta kepada Jaksa Agung Malaysia untuk membebaskan beliau, “ ujar Laoly di Bandara Halim Perdanakusuma menyambut kedatangan Siti Aisyah.

Ada tiga alasan kata Laoly mengapa Siti Aisyah harus dibebaskan dari hukuman. Pertama, Siti Aisyah melakukan untuk kepentingan reality show. Kedua Siti Aisyah dikelabui. Ketiga, dia sama sekali tak dapatkan keuntungan dari apa yang dilakukannya.

Dari Bandara Halim Siti Bersama keluarganya kemudian diajak menemui Presiden Jokowi di Istana Presiden. Media menggambarkan Siti Aissyah sampai mencium tiga kali tangan Jokowi sebagai ucapan terima kasih.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.