Minggu, 25 Oktober 2020

Prabowo Bongkar Kelompok Otak Jahat dan Kejam. Siapa Mereka?

Prabowo Bongkar Kelompok Otak Jahat dan Kejam. Siapa Mereka?

Oleh: Andang Burhanuddin*

Jakarta, Swamedium.com — Capres Prabowo Subianto membuka sebuah fakta yang selama ini coba ditutup-tutupi di dunia intelijen. Dia meminta publik untuk tidak segera menyimpulkan suatu kejadian.

Contohnya adalah peristiwa teror. Bisa jadi peristiwa itu adalah sebuah teror yang direncanakan untuk mendeskreditkan kelompok lain.

“Saya belajar ilmu militer, ilmu perang, di situ ada ilmu macem-macem, intel, ilmu sandi yudha, jadi kadang-kadang karena saya mengerti paham pelaku, jadi saya mengerti kalau ada kejadian jangan serta merta percaya pada kejadian itu,” kata Prabowo di depan para pendukungnya yang menamakan diri Aliansi Pencerah Indonesia (API) dan Eksponen Muhammadiyah di Jakarta Minggu (3/3).

Prabowo melanjutkan. ”Jadi umpamanya, ada aksi teror, ledakan, ledakan bom. Langsung sudah dicap yang melalukan adalah umat Islam. Padahal belum tentu, bisa umat Islam, bisa juga bukan umat Islam,” ujarnya.

Target kelompok ini menurut Prabowo untuk memecah belah kesatuan. Contohnya adalah soal bom. Strategi itu digunakan untuk mengadu domba.

Kadang di suatu negara ada Islam Sunni, Islam Syiah. Muncullah pihak ketiga yang mengebom masjid Suni dan Syiah. Setelah itu mereka didorng untuk saling menyerang. “Itu klasik, namanya pelajaran itu adalah _divide et impera_, _divide and rule,_ pecah belah untuk berkuasa,” tambahnya.

Pernyataan Prabowo ini mengingatkan kita kepada Julian Paul Assenge, aktivis asal Australia yang sangat terkenal di dunia karena membuat situs Wikileaks. Situs ini acap kali membocorkan informasi maupun percakapan rahasia dunia intelijen dari negara adidaya AS dan sekutu-sekutunya.

Lembaga intelijen, kata Assange, sangat menjaga rahasia karena mereka sering melanggar hukum dan melanggar perilaku yang baik. Alias berbuat jahat.

Pages: 1 2 3 4

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.