Sunday, 26 May 2019

Strategi Jahat Kampanye Video Paslon 01 Bocor?

Strategi Jahat Kampanye Video Paslon 01 Bocor?

Tangkap layar dari file pdf Laporan Campaign Paslon 01 yang beredar di media sosial.

Oleh: Andang Burhanuddin*

Jakarta, Swamedium.com — Sebuah file Pdf strategi kampanye video di facebook diduga milik paslon 01 bikin heboh. File dengan judul : Laporan Campaign Video Facebook Pemenangan 01 Periode 4-10 Maret 2019 tersebar di medsos. Total ada 15 lembar laporan.

Isinya bikin ngeri-ngeri sedap. Salah satunya adalah memblow up latar belakang keluarga Prabowo yang Kristen, dan membuat video mengadu domba antar umat beragama, terutama kalangan NU.

Pada lembar kedua laporan berisi: Materi Campaign Wave 1. Ada 7 materi.

(1) Video untuk mematahkan banjir TKA di Morowali. (2) Video untuk mengangkat Prabowo berasal dari keluarga Kristen. (3) Video untuk mengangkat besarnya manfaat PKH untuk rakyat. (4) Video untuk mengangkat besarnya manfaat KIS untuk rakyat. (5) Video untuk mengangkat besarnya manfaat KIP untuk rakyat. (6) Video untuk mematahkan larinya uang keluar negeri karena Unicorn Indonesia. (7) Video untuk mengangkat pembangunan infrastruktur melalui tokoh Basuki Hadimulyo.

Video-video yang dilaporkan itu kalau kita cek benar tersebar di jejaring facebook. Bisa disimpulkan laporan ini benar adanya. Masalahnya siapa yang membuat? Dan bagaimana kok bisa bocor?

Ketika file Pdf tersebut dibuka dengan menggunakan aplikasi di komputer Mac, diketahui pembuat file itu bernama Haryo Wisanggeni. Dibuat pada tanggal 11 Maret 2019 pada pukul 7.08 PM. File itu diperbaiki pada tanggal dan waktu yang sama.

Siapa Haryo Wisanggeni. Setelah ditelusuri jejak digitalnya, ternyata…..Nah ini yang jadi menarik. Dia bekerja di sebuah perusahaan bernama Unistellar.

_During his time in media industry, Haryo nurtured his network and developed an exceptional skill as a writer and storyteller, which brought him to become a media strategist for various individual and institutions, including during Indonesia’s last Presidential Election in 2014._

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (2)

2 Comments

  1. Anonymous

    Pemilu 2019 menjadi ajang demokrasi lima tahunan yang paling buruk sejak digulirkannya era reformasi. Bukan lagi indikasi, kecurangan KPU terlihat jelas secara kasat mata, menjadi mesin kecurangan yang secara akal sehat, tidak masuk dalam logika demokrasi.

    KPU layaknya tertuduh, tempat caci maki, menjadi lembaga yang sangat autis karena tidak bergeming dengan alam nyata yang sedang terjadi. KPU tidak lagi kredibel di mata sebagian masyarakat, bahkan menjadi corong kedunguan modern, kental politik kepentingan, cacat akal sehat, tinggi nuansa rekayasa, menjadi alat legitimasi yang dipaksakan.

    KPU sampai kapanpun akan digrogoti kanker ganas bila tidak punya imunt, dari awal aliran dana tidak secara transparan di buka di ruang publik sehingga memunculkan adanya indikasi main mata, cingcay, deal and deal kepentingan terselubung bagi segelintir aktor rakus yang haus akan popularitas duniawi.

    Seperti makan buah simalakama, KPU sekarang terinfeksi dilema akut, maju kena, mundur kena. Bila maju, mereka akan berhadapan dengan “people power”, bila mundur, hmmm… ada tembok raksasa, kepentingan satu negara yang selama ini punya peran dalam investasi yang sangat besar di negara ini, negara yang menjadi penantang hemogemi AS, negara yang kini tengah maju di segala bidang, negara yang dianggap sebagian negara di dunia menjadi parasit karena mendompleng banyak kepentingan di beberapa negara, menjadi negara penghisap SDA dari negara lain, negara yang berambisi menguasai dunia dengan jalur sutra barunya.

    Satu hal yang bisa dimaknai, reformasi tidak serta merta menjadikan masyarakat kita dewasa dalam berpolitik, karena dalam prosesnya, membutuhkan waktu yang tidak terbatas agar demokrasi benar-benar matang dan teruji.

    Negara sekelas AS pun yang dianggap dedengkot demokrasi dan kebebasan di dunia, masih memiliki space kedunguan demokrasi, misalnya membatasi imigran muslim dari seluruh dunia, terang-terangan mendukung zionis, men just sebagian negara muslim sebagai negara teroris.

    Harus diakui dengan sadar, bahwa muara kekisruhan dunia, banyaknya kekacauan, disharmonisasi, dan gelombang ekonomi yang tidak stabil di seluruh dunia adalah buah karya sang AS, sebuah negara yang notabene tidak ramah dengan kaum muslim, dan dijadikan musuh bagi pemeintahannya sekarang era DT.

    Ketidakadilan yang diciptakan sang AS di seluruh dunia, secara otomatis akan terus menumbuhkan kebencian hakiki dan abadi di kalangan patriot-patriot muslim dan yang pasti akan melahirkan perlawanan baik oleh negara, kelompok, perorangan dan tidak akan berhenti pada satu titik atau keadaan, selama ketidakadilan versi AS ini akan terus diprovokasi untuk terus bergulir.

    Saat ini, hemogemi AS tengah ditantang oleh China, dan endingnya bisa kita rasakan sekarang, seperti halnya AS, China pun rasa-rasanya sebelasduabelas, karena musuh bersama mereka adalah Muslim, kita tahu China bukanlah negara yang ramah terhadap umat islam, seperti umat uighur di negaranya yang mendapat perlakuan yang tidak adil, membatasi ruang gerak mereka dan terkesan pengalokasian sebuah kaum yang dimata-matai dan pengawasan yang ketat.

    Kita adalah negara merdeka, negara dengan umat islam terbesar di dunia, sudah sepatutnya menumbuhkan kesadaran bagi kita untuk solid, high power dan benteng bagi tumbuhnya ketidakadilan yang lahir dari negara-negara maju yang menganggap kita sebagai musuh.

    Reformasi, demokrasi, persatuan dan kesatuan yang kita jalankan selama ini tidak boleh dikalahkah oleh kepentingan negara lain yang tengah menciptakan sekelompok pengusaha dan konglomerat busuk, perusak perekonomian, penjahat SDA, sehingga kita ketergantungan kepada mereka untuk menjadi negara pengemis, agar kita menjadi bangsa yang tidak punya integritas dan dijadikan budak-budak global mereka.

    Kita kawal bersama reformasi ini dengan tekad yang bulat bahwa kelak perjuangan kita akan melahirkan kedewasaan berpolitik yang tumbuh dari kesadaran masyarakat yang cerdas untuk hidup makmur, damai, rukun berdampingan.

    Salam damai, NKRI jaya untuk selamanya!!!

    Reply
  2. Anonymous

    Pemilu 2019 menjadi ajang demokrasi lima tahunan yang paling buruk sejak digulirkannya era reformasi. Bukan lagi indikasi, kecurangan KPU terlihat jelas secara kasat mata, menjadi mesin kecurangan yang secara akal sehat, tidak masuk dalam logika demokrasi.

    KPU layaknya tertuduh, tempat caci maki, menjadi lembaga yang sangat autis karena tidak bergeming dengan alam nyata yang sedang terjadi. KPU tidak lagi kredibel di mata sebagian masyarakat, bahkan menjadi corong kedunguan modern, kental politik kepentingan, cacat akal sehat, tinggi nuansa rekayasa, menjadi alat legitimasi yang dipaksakan.

    KPU sampai kapanpun akan digrogoti kanker ganas bila tidak punya imunt, dari awal aliran dana tidak secara transparan di buka di ruang publik sehingga memunculkan adanya indikasi main mata, cingcay, deal and deal kepentingan terselubung bagi segelintir aktor rakus yang haus akan popularitas duniawi.

    Seperti makan buah simalakama, KPU sekarang terinfeksi dilema akut, maju kena, mundur kena. Bila maju, mereka akan berhadapan dengan “people power”, bila mundur, hmmm… ada tembok raksasa, kepentingan satu negara yang selama ini punya peran dalam investasi yang sangat besar di negara ini, negara yang menjadi penantang hemogemi AS, negara yang kini tengah maju di segala bidang, negara yang dianggap sebagian negara di dunia menjadi parasit karena mendompleng banyak kepentingan di beberapa negara, menjadi negara penghisap SDA dari negara lain, negara yang berambisi menguasai dunia dengan jalur sutra barunya.

    Satu hal yang bisa dimaknai, reformasi tidak serta merta menjadikan masyarakat kita dewasa dalam berpolitik, karena dalam prosesnya, membutuhkan waktu yang tidak terbatas agar demokrasi benar-benar matang dan teruji.

    Negara sekelas AS pun yang dianggap dedengkot demokrasi dan kebebasan di dunia, masih memiliki space kedunguan demokrasi, misalnya membatasi imigran muslim dari seluruh dunia, terang-terangan mendukung zionis, men just sebagian negara muslim sebagai negara teroris.

    Harus diakui dengan sadar, bahwa muara kekisruhan dunia, banyaknya kekacauan, disharmonisasi, dan gelombang ekonomi yang tidak stabil di seluruh dunia adalah buah karya sang AS, sebuah negara yang notabene tidak ramah dengan kaum muslim, dan dijadikan musuh bagi pemeintahannya sekarang era DT.

    Ketidakadilan yang diciptakan sang AS di seluruh dunia, secara otomatis akan terus menumbuhkan kebencian hakiki dan abadi di kalangan patriot-patriot muslim dan yang pasti akan melahirkan perlawanan baik oleh negara, kelompok, perorangan dan tidak akan berhenti pada satu titik atau keadaan, selama ketidakadilan versi AS ini akan terus diprovokasi untuk terus bergulir.

    Saat ini, hemogemi AS tengah ditantang oleh China, dan endingnya bisa kita rasakan sekarang, seperti halnya AS, China pun rasa-rasanya sebelasduabelas, karena musuh bersama mereka adalah Muslim, kita tahu China bukanlah negara yang ramah terhadap umat islam, seperti umat uighur di negaranya yang mendapat perlakuan yang tidak adil, membatasi ruang gerak mereka dan terkesan pengalokasian sebuah kaum yang dimata-matai dan pengawasan yang ketat.

    Kita adalah negara merdeka, negara dengan umat islam terbesar di dunia, sudah sepatutnya menumbuhkan kesadaran bagi kita untuk solid, high power dan benteng bagi tumbuhnya ketidakadilan yang lahir dari negara-negara maju yang menganggap kita sebagai musuh.

    Reformasi, demokrasi, persatuan dan kesatuan yang kita jalankan selama ini tidak boleh dikalahkah oleh kepentingan negara lain yang tengah menciptakan sekelompok pengusaha dan konglomerat busuk, perusak perekonomian, penjahat SDA, sehingga kita ketergantungan kepada mereka untuk menjadi negara pengemis, agar kita menjadi bangsa yang tidak punya integritas dan dijadikan budak-budak global mereka.

    Kita kawal bersama reformasi ini dengan tekad yang bulat bahwa kelak perjuangan kita akan melahirkan kedewasaan berpolitik yang tumbuh dari kesadaran masyarakat yang cerdas untuk hidup makmur, damai, rukun berdampingan.

    Salam damai, NKRI jaya untuk selamanya!!!

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (2)