Sunday, 26 May 2019

KPK OTT Ketum Parpol, Innalillah atau Alhamdulillah?

KPK OTT Ketum Parpol, Innalillah atau Alhamdulillah?

Oleh: M. Nigara*

Jakarta, Swamedim.com — SEORANG sahabat menuliskan innalillahi begitu memperoleh kabar seorang Ketum Parpol tertangkap tangan (OTT) kPK di Surabaya, jumat (15/3) pagi. Tapi, sahabat lainnya justru menulis kalimat pendek: “Skenario Allah, alhamdulillah kena juga!”

Lho, kok? Keduanya benar. Innalillahi untuk perbuatan dan jabatan orang yang kena OTT itu, sementara alhamdulillah untuk personnya. Lha, apa lagi nih? Jangan bingung.. yang penting kita sekarang kembali bersyukur karena tanda-tanda Allah kembali datang.

Nanti dulu, siapa sebenarnya yang kena OTT itu? Banyak sumber termasuk berita-berita onile sudah menyebut nama. Namun untuk menjaga azas _presumption of inotion_ (praduga tak bersalah) saya hanya akan menuliskan inisialnya saja Rm. Benarkah? Tentu kita butuh sidik bersabar, paling tidak hingga sore ini.

Ada tiga ketum parpol yang anggota parlemen: 1. Zulham (PAN), 2. Sohibul (PKS), dan 3. Romahurmuzy atau akrab disapa Romi saja (PPP). Secara logika, dua ketum dari barisan oposisi yang tidak lagi didengar apalagi dilayani oleh pejabat-pejabat pemerintahan, khususnya menjelang pencoblosan. Mereka takut dinilai tidak loyal pada pucuk pimpinan tertinggi. Apalagi jika bicara soal uang panas.

Saya tidak ingin menggiring kita semua, tapi sekedar menuliskan fakta. Ketum yang satu itu berulang-ulang tampil bersama petahana dalam banyak momen. Dia memperlihatkan keistimewaannya itu, malah terkadang membuat vlog.
Ada adegan petahana yang sekaligus juga capres sedang di mobil sambil membagi-bagikan hadiah. Ada pula adegan ia meralat Mbah Moen yang sedang berdoa tapi menyebut nama Prabowo. Dan yang terakhir, ia membuat seolah-olah kesaksian bahwa petahana membentak Perdana Menteri Malaysia melalui telpon untuk membebaskan TKI dari hukuman mati. Khusus yang terakhir, meski ia mengaku menyaksikan langsung sambil mendramatsir dengan kalimat pendek: “Sampai merinding,”, orang pasti tidak percaya. Artinya kesaksiannya patut dapat diduga bohong.

Pages: 1 2

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)