Selasa, 20 Oktober 2020

Sikap Ikatan Ulama ASEAN soal Pembantaian Jamaah Masjid di Selandia Baru

Sikap Ikatan Ulama ASEAN soal Pembantaian Jamaah Masjid di Selandia Baru

Foto: KH Zaitun Rasmin. (ILC TVOne)

Jakarta, Swamedium.com — Menyikapi tragedi penembakan umat muslim di Mesjid An Noir dan Linwood, Christchurch Selandia Baru, lkatan Ulama dan Dai Asia Tenggara menyampaikan pernyataan sikap sebagai berikut:

1. Menyampaikan belasungkawa yang mendalam kepada seluruh saudara kami yang menjadi korban pada peristiwa penembakan ini, seraya mendoakan mereka semoga mereka dicatat sebagai para syuhada, yang terluka semoga segera dipulihkan oleh Allah demikian pula
semoga seluruh keluarganya diberi ketabahan juga diberi pengganti yan terbaik dad sisi Allah
Subhanahu wata’ala.

2. Bahwa tindakan penembakan tersebut hakikatnya adalah terar dan pembantaian yang sangat keji, yang tidak dilakukan kecuali dengan sengaja dan terencana, karena terbukti bahwa pelaku mempersiapkan sedemikian rupa bahkan menyiarkannya sendiri secara langsung lewat sosial media.

3. Tindakan biadab tersebut dengan terang benderang membuktikan adanya potensi dan peluang penyerangan terhadap komunitas muslim dalam menjalankan keyakinan agamanya di negara-negara yang katanya menganut paham demokrasi, kebebasan, dan mengharmati hak-hak asasi manusia.

4. Mendesak pemerintah Selandia Baru untuk memberikan jaminan keamanan dan keselamatan bagi warga muslim di negaranya.

5. Menyerukan seluruh kedutaan besar negeri-negeri muslim di Selandia Baru untuk melakukan langkah-langkah diplomatik dalam upaya pengamanan dan perlindungan keselamatan bagi umat muslim di negara tersebut khususnya dan di negara-negara lain pada umumnya.

6. Menyerukan seluruh umat muslim di Selandia Bam dan di seluruh dunia untuk meningkatkan kewaspadaan, menghadapi berbagai macam permusuhan dan terror dengan meningkatkan ketaqwaan, memperbanyak doa, dan menunjukan kemuliaan akhlak sebagai para pengemban
agama rahmatan lil ‘alamin.

7. Menghimbau agar seluruh muslim di dunia menyampaikan empati dan sikap solidaritasnya dengan cara-cara yang mulia, damai, dan simpatik, dengan tanpa mendeskreditkan ras, suku,
agama, maupun kelompok yang lain.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.