Senin, 26 Oktober 2020

Rendhika Sebut Teror di Masjid Selandia Baru Aksi Terkutuk

Rendhika Sebut Teror di Masjid Selandia Baru Aksi Terkutuk

Teroris kafir laknatullah Brenton Tarrant

Jakarta, Swamedium.com – Pray For New Zealand menjadi trending dunia setelah aksi keji teroris Brenton Tarrant bersama tiga rekannya menembaki secara brutal jamaah masjid yang sedang menunaikan Salat Jumat di Masjid Al Noor, Christchurch.

Politisi muda PPP Rendhika D Harsono mengutuk keras aksi terorisme dan menyebut pelakunya pengecut.

“Bagaimana tidak dibilang pengecut. Jamaah sedang beribadah mereka tembaki,” kata Rendhika, Sabtu (16/3/2019).

Anggota DPRD DKI ini menegaskan seluruh kalangan, khususnya rakyat Indonesia, tidak akan pernah takut dalam mencegah aksi-aksi terorisme tersebut.

Ditegaskannya, aksi terorisme di dua masjid di Christchurch itu tidak dibenarkan oleh ajaran agama manapun dan tidak berperikemanusiaan.

Caleg DPR RI Dapil DKI II ini pun mengajak seluruh rakyat Indonesia untul waspada terhadap potensi-potensi terjadinya aksi terorisme dan isu isu SARA.

“Laporkan pada pihak berwenang jika melihat sesuatu yang mencurigakan. Kita serahkan kepada pihak berwajib,” ujarnya.

Rendhika pun mengingatkan, rakyat Indonesia harus tenang dan jangan termakan isu-isu yang dapat memecah antar umat beragama di Indonesia. Dan, PPP akan selalu berpartisipasi dalam menjaga kerukunan antar umat beragama di NKRI.

Dalam aksi brutal tersebut, 2 WNI turut menjadi korban, yakni sepasang ayah dan anak, Zulfirmansyah dan Mohammad Rais. Keduanya menderita luka tembakan dan kini dirawat di rumah sakit. Zulfirmansyah menghembuskan nafas terakhirnya usai beberapa hari dirawat dirumah sakit.

Diketahui, saat terjadi penembakan, keduanya sedang berada di Masjid Lindwood.

Berdasarkan dari Kepolisian Selandia Baru, korban tewas dalam penembakan brutal di dua masjid di Christchurch, New Zealand berjumlah 49 orang. Kepolisian Selandia Baru menyebut penembakan brutal itu direncanakan dengan sangat matang.(*)

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.