Tuesday, 23 April 2019

Seniman Jogja & Anaknya Jadi Korban Teroris di Masjid Selandia Baru

Seniman Jogja & Anaknya Jadi Korban Teroris di Masjid Selandia Baru

Zulfirman Syah - (Facebook Zulfirman Syah)

Jogjakarta, Swamedium.com — Zulfirman Syah, seniman yang tergabung dalam Komunitas Seni Sakato Yogyakarta, menjadi korban penembakan brutal di Christchurch, Selandia Baru, Jumat (15/3/2019).

Zulfirman lahir di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatra Barat dan selama ini menetap di DIY sejak kuliah di ISI Jogja. Dio Pamola Chandra, kurator dan teman Zulfirman Syah, mengatakan Zulfirman sudah dua bulan ini pindah ke Selandia Baru bersama istri dan anaknya yang masih balita.

“Istrinya dari Amerika Serikat,” kata Dio kepada Harian Jogja melalui sambungan telepon, Jumat.

Sebelum boyongan ke Selandia Baru, Zulfirman menetap di Bugisan Selatan dan Godean. Zulafirman adalah pelukis Kemudian dia pindah ke Selandia Baru untuk meneruskan karier keseniannya.

“Di Jogja, Zulfirman adalah pelukis.”

Dio mengetahui kabar rekannya menjadi korban penembakan di Selandia Baru dari percakapan dari grup percakapan komunitas Jogja yang dia ikuti. Istri Zulfirman, Alta Marie, juga mengabarkan insiden itu dalam status Facebook. Menurut Dio, Zulfirman ditembak di beberapa bagian dan mengalami luka parah di paru-parunya.

“Sampai sejauh ini dia selamat dan menjalani operasi. Mudah-mudahan dia selamat,” kata Dio.

Anak Zulfirman yang masih balita juga menjadi korban dan menderita luka-luka di bagian kaki. Dalam status Facebook-nya, Alta Marie, mengatakan suami dan anaknya trauma.

“Tetapi kami semua hidup. Terima kasih atas doa dan kepedulian semua.”

Sebelumnya, pria bersenjata memberondongkan tembakan saat salat jumat di masjid di Christchurch, Selandia Baru. Sedikitnya 49 orang tewas. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern menyebut serangan ini sebagai terorisme. Adapun Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menyatakan enam warga negara Indonesia menjadi korban serangan teror ini.

Pelaku utama teror ini adalah Brenton Tarrant, pria 28 tahun asal Australia. Tarrant disidang pada Sabtu (16/3/2019) dengan dakwaan pembunuhan. Dia mulai beraksi pada pukul 13.40 waktu setempat, menyetir mobil menuju Masjid Al Noor. Di masjid ini, dia merangsek masuk masjid dan langsung memuntahkan pelor dari dua bedil yang dia acungkan. Di dalam masjid terdapat sekitar 500 orang. Tarrant menembak satu orang di pintu masjid, dua orang di koridor, dan menyerbu banyak orang di ruangan.

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)