Selasa, 20 Oktober 2020

Terorisme Tidak Punya Agama

Terorisme Tidak Punya Agama

Ruslan Ismail Mage

Oleh: Ruslan Ismail Mage*

Jakarta, Swamedium.com — Sehabis shalat magrib semalam, seorang sahabat mengirimkan vodeo yang membuat butiran-butiran kristal tak tertahan jatuh membasahi wajah ini. Hati pilu, jiwa pun remuk menyaksikan video yang berdurasi 15 menit itu.

Bak Rambo, nampak seorang pria berbadan kekar dibungkus kaos warna hitam dengan raut wajah geram memarkir mobil, lalu bergegas memasuki pekarangan sebuah masjid. Dengan senapan otomatis ditangan terus berjalan memasuki pintu utama masjid dan langsung memuntahkan peluru memberondong tubuh-tubuh tak berdosa yang baru saja selesai bersujud ke Sang Khaliq penciptanya. Ya Allah, kenapa saudara-saudara kami muslim begitu keji dibantai, apa salah mereka yang membuang keangkuhan dan kesombongannya, lalu mencium bumi memohon ridho Tuhannya.

Itulah drama penembakan selama enam menit di dua masjid di wilayah Christchurch Selandia Baru kemarin Jumat (15/3) pukul 13.40 waktu setempat. Aksi brutal teroris seusai shalat Jumat itu menewaskan 49 orang. Perincianya 41 orang meninggal di Masjid Al Noor, dan tujuh orang di Masjid Lindwood Ace, serta tiga korban ditemukan di luar masjid.

Peristiwa biadab di Selandia Baru ini benar-benar super biadab mengalahkan aksi terorisme selama ini. Betapa tidak! Entah setan apa dalam pikirannya, aksi pembantaiannya disiarkan secara langsung melalui jejaring sosial Facebook. Pembantaian super biadab di dalam masjid ini, seketika menghapus stigma negatif selama ini yang selalu mengindentikkan setiap serangan terorisme di belahan dunia selalu di lakukan oleh kelompok Islam. Sampai-sampai agama Islam disebut sebagai agama terorisme.

Begitu pula pesantren-pesantren tempat mendidik santri-santri mengenal Tuhannya, dan bagaimana bersikap jujur, mengedepankan kebenaran, serta menyuarakan keadilan dalam menjalani kehidupan, disebut sebagai saran terorisme. Bahkan lebih sadisnya semua sekolah-sekolah berbasis Islam dicurigai sebagai tempat lahirnya pemikiran-pemikiran radikalisme yang memicu tumbuh suburnya benih-benih terorisme yang terus berkecambah.

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.