Minggu, 25 Oktober 2020

Manajemen Satu Rasa Bang Sandi

Manajemen Satu Rasa Bang Sandi

Kharisma Aditya

Oleh: Kharisma Aditya*

Depok, Swamedium.com — Menyaksikan dan mendengar debat Cawapres Ahad malam (17/3), nampak keduanya tampil dengan kapasitas masing-masing. Keduanya mampu menjalaskan visi misinya dan menjawab semua pertanyaan panelis yang dibacakan moderator.

Dari semua pemaparan program yang akan dilakukan, ada tiga kata kunci menarik yang bisa membuat sebagian besar rakyat merasa lega. Tiga kata kunci itu dipaparkan oleh Cawapres 02 Sandiaga Salahuddin Uno, Pertama, konsepnya meliburkan institusi pendidikan (siswa dan mahasiswa) dalam proses pembelajaran selama bulan suci ramadhan, sehingga anak-anak bisa fokus melaksanakan ibadah di bulan puasa.

Kedua, konsepnya menghapus Ujian Nasional (UN) yang selama ini dianggap tidak terlalu memberi kontribusi lahirnya generasi emas petarung masa depan, karena UN itu sistem “target” yang mengabaikan “hukum proses”. Semua orang yang terlibat dalam penyelenggaraan UN berburu target. Pihak sekolah mengejar target kelulusan semua siswa agar bisa mendapatkan apresiasi dari atasan, seterusnya atasan kejar target agar dapat lagi. apresiasi dari atasan di atas, walaupun harus melanggar norma agama, hukum, dan kesopanan (tidak jujur, siswa nyontek, guru membantu siswa, dan tidak jarang jawaban soal UN diperjual belikan).

Ketiga, konsep semua permasalahan rakyat bisa diselesaikan dengan satu kartu yang paling sakti bernama Kartu Tanda Penduduk (KTP). Konsep ini memarik karena minimal dua alasan, yaitu ingin mempermudah rakyat mendapatkan layanan publik dengan hanya mengeluarkan KTP yang semua warga negara memilikinya, dan kedua ingin negara tidak mengeluarkan lagi biaya tambahan membuat berbagai macam kartu.

Ketiga kata kunci program ini pada dasarnya suara batin rakyat yang ditangkap Sandi. Artinya Sandi adalah satu diantara sangat sedikit tipe pemimpin yang fokus mendengar keluhan rakyat, bukan menceramahi rakyat dengan program-program yang membingungkan rakyat. Bisa jadi Sandi memahami bahwa pancaindra yang paling duluan berfungsi adalah telinga, coba buka (QS. An-Nafl : 78).

Pages: 1 2 3

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.