Thursday, 20 June 2019

Ulasan Debat, 5 Pernyataan Maruf Amin Tak Sesuai Fakta

Ulasan Debat, 5 Pernyataan Maruf Amin Tak Sesuai Fakta

Jakarta, Swamedium.com — Mengulas debat antar cawapres pada Ahad (17/3) kemarin, sedikitnya ada lima pernyataan cawapres nomor urut 01 Maruf Amin yang tidak sesuai fakta.

Kelima pernyataan tersebut jika dibandingkan dengan fakta yang ada, diuraikan sebagai berikut.

1. “Nanti akan kita satukan supaya menjadi satu koordinasi dan akan kami bentuk Badan Riset Nasional dan kami juga akan memaksimalkan rencana itu. Untuk Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) yang sudah ada karena itu akan kita optimalisasi sehingga riset kita akan menjadi lebih efektif. … Badan Riset Nasional bukan menambah lembaga tapi mengefisienkan lembaga, namanya itu. Dan lembaga-lembaga yang ada menjadi satu lembaga yang menangani riset karena itu penanganan riset menjadi lebih efektif.”

FAKTA: Sudah ada lembaga yang bernama Dewan Riset Nasional (DRN), yang berlandasan hukum Surat Keputusan Menteri Negara Riset dan Teknologi Nomor 002/M/Kp/I/1981 pada tanggal 27 Januari 1981, Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 94 Tahun 1999, Undang Undang No. 18 Tahun 2002, dan Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2005. DRN adalah lembaga non struktural yang bertugas membantu pemerintah dalam menyusun strategi pembangunan ilmu pengetahuan dan teknologi nasional, serta perumusan dan pelaksanaan kegiatan penelitian sesuai dengan tuntutan zaman. DRN berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Presiden selaku Kepala Pemerintahan.

2. “Kita telah melakukan upaya asuransi sosial yang besar bahkan bahkan mencapai 215 juta peserta asuransi BPJS dan ini merupakan asuransi terbesar di dunia.”

FAKTA: Asuransi sosial untuk kesehatan di China merupakan yang terbesar di Dunia, yang untuk data tahun 2014 sudah diikuti oleh 1,33 miliar peserta. Program “Urban employment-based basic medical insurance” diikuti 283,3 juta peserta dari pekerja di perkotaan. Program “Urban resident basic medical insurance” diikuti 314,5 juta peserta dari anak-anak, pelajar, orang tua, dan pekerja mandiri perkotaan. Program “Rural new cooperative medical scheme” diikuti oleh 736 juta peserta dari penduduk di pedesaan.

3. “Jadi (stunting) yang oleh pemerintahan Jokowi-JK telah diturunkan sampai 7 persen..”

Pages: 1 2 3

Related posts

Comments on swamedium (0)

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Comments from Facebook (0)