Minggu, 25 Oktober 2020

Tolak RUU P-KS, Korpus Korps PII Wati Datangi Fraksi Gerindra

Tolak RUU P-KS, Korpus Korps PII Wati Datangi Fraksi Gerindra

Jakarta, Swamedium.com — Koordinator Pusat Korps PII Wati menyampaikan pernyataan sikap terkait Rancangan Undang Undang Penghapusan Kekerasan Seksual (RUU P-KS).  Hal itu disampaikan dalam sebuah surat dengan lampiran Pernyataan Sikap Menolak RUU P-KS yang kini telah memasuki pembahasan Daftar Inventaris Masalah (DIM).

Surat tersebut disampaikan langsung kepada salah satu anggota Komisi VIII DPR RI fraksi Partai Gerindra, Dr. Ir. Sodik Mudjahid, M.Sc. di Gedung Nusantara I ruang 1708, Selasa (19/3/2019). Selanjutnya,surat akan diteruskan ke ketua Fraksi Gerindra.

“Kami ada titipan pandangan kami selaku organisasi pelajar terhadap RUU P-KS, kami menyadari bahwa keberadaan UU P-KS dalam menangani kejahatan seksual adalah hal yang mendesak sehingga perlu segera di bahas DPR, tetapi harapan kami produk hukum yang di maksud tetap memperhatikan kaidah dan norma yang berlaku di masyarakat, soalnya menurut kami frasa kekerasan seksual yang termaktub dalam RUU P-KS ini multitafsir sehingga penerapannya akan berbenturan dengan subjektifitas pelaku dan korban dan beberapa pasal didalamnya,” ungkap Haslinda Satar selaku ketua korpus PII Wati.

Sedangkan, Ketua Divisi Kajian Isu Korpus PII Wati, Roro Syariati Sani meminta DPR meninjau kembali RUU P-KS.

“Kami telah membaca Naskah akademik dari RUU P-KS dan menurut kami apabila RUU P-KS ini disahkan dapat menghancurkan masa depan bangsa dan moral pelajar melalui sekulerisasi nilai nilai agama Maka kami tegas menolak RUU P-KS ini dan meminta DPR meninjau kembali RUU P-KS dan menerima usulan dari pihak kontra dan kami mengajak masyarakat untuk lebih sadar dan cerdas agar mampu memberikan sikap dan pilihan yang bertanggungjawab terhadap isu isu yg bergulir,” ujarnya.

Dia juga menghimbau semua pihak agar mendukung upaya preventif untuk melindungi dan membentuk generasi  yang berkarakter.

Pages: 1 2

Related posts

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.